Begini Cara Menjaga Kampas Kopling Mobil agar Lebih Awet

Kompas.com - 01/10/2021, 11:12 WIB
Ilustrasi kampas kopling mobil Nisa Maulan ShofaIlustrasi kampas kopling mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Komponen kampas kopling pada mobil manual termasuk dalam komponen fast moving yang memiliki batas masa pakai. Selain karena masa pakai, komponen tersebut juga bisa lebih cepat habis karena cara berkendara.

Pada umumnya, kampas kopling memiliki masa pemakaian rata-rata 80.000 kilometer, tetapi dengan cara berkendara yang salah bisa membuat usia pelat kopling bisa lebih cepat habis atau aus.

Baca juga: Video Viral Mobil Ditilang karena Bawa Sepeda di Kabin, Polisi Akui Salah dan Minta Maaf

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pengemudi untuk menjaga keawetan kampas kopling, terutama pada mobil manual.

Cara yang pertama adalah ketika mengemudi, sebaiknya kaki kiri tidak ditempelkan pada pedal kopling secara terus-menerus. Hal ini karena meski hanya sebatas menempel ternyata bisa berpengaruh terhadap kinerja kopling tersebut.

Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.Youtube/Maxresdefault Posisi kaki kiri tengah menginjak kopling saat mengendarai mobil bertransmisi manual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saat mengemudi kaki (kiri) jangan bersandar atau menempel di pedal kopling,” kata Didi saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kemudian, pada saat berkendara di jalan yang menanjak atau pegunungan, jangan biasakan untuk terlalu sering menggunakan setengah kopling.

Baca juga: Innova Nekat Terabas Banjir dengan Ketinggian Air hingga Kap Mesin

“Minimalkan penggunaan setengah kopling saat melaju di tanjakan, untuk menahan mobil pengemudi bisa menggunakan hand rem atau rem tangan,” kata dia.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna. Menurutnya, ketika kaki kiri menempel pada pedal kopling maka bisa menyebabkan kopling merilis sekitar 20 persen.

Ilustrasi kopling mobil transmisi manual Ilustrasi kopling mobil transmisi manual

“Kalau terilis 100 persen sekalian justru tidak apa-apa karena tidak berjalan sekalian. Tetapi, jika kaki ditempelkan pada pedal kopling itu bisa tetap terilis meski hanya sekitar 20 persen,” kata dia.

Baca juga: Ini Mobil yang Sudah Disuntik Mati tapi Masih Laris

Pada dasarnya kopling akan tergerus saat melakukan perpindahan gigi saja. Namun, jika kaki masih menempel di kopling, bisa saja kopling akan lebih cepat aus.

“Kopling akan terus tergerus, tergesek, setiap kali mobil dipakai. Padahal, seharusnya kopling baru akan tergerus saat perpindahan gigi,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.