Strategi Jangka Menengah dalam Mempercepat Era Kendaraan Listrik

Kompas.com - 28/09/2021, 08:22 WIB
ILustrasi mobil listrik Dok. Pixabay.comILustrasi mobil listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk mengembangkan kendaraan bermotor listrik di dalam negeri dalam jangka menengah, hingga 14 tahun ke depan, sejalan dengan target penurunan emisi karbon hingga level 29 persen.

Sebab, langkah tersebut sudah terbukti di dunia dalam mengurangi emisi karbon yang dapat dihasilkan oleh kendaraan bermotor pembakaran dalam alias internal combustion engine (ICE).

"Kami sangat mendorong untuk dapat segera merealisasikan pengembangan atas kendaraan listrik beserta komponen utamanya seperti baterai, motor listrik, hingga inverter," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Taufiek Bawazier dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Hadapi Pasar Otomotif Global, Pabrikan Mulai Otomatisasi Robot

Ilustrasi mobil listrik ToyotaCARSCOOPS.com Ilustrasi mobil listrik Toyota

Keseriusan tersebut tercantum dalam beberapa kebijakan yang sudah dihadirkan oleh pemerintah seperti Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV, dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN).

Kemudian, ada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang mendukung era elektrifikasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak lupa juga kehadiran insentif fiskal dan non-fiskal bagi konsumen dan industri, berupa pengenaan PPnBM sebesar 0 persen, uang muka 0 persen, holliday tax, mini tax holliday, sampai super tax deduction.

Adapun Indonesia telah menandatangani Paris Agreement pada 2015, yang merupakan kesepakatan global untuk mengurangi efek gas rumah kaca (GRK) agar pada abad ini suhu bumi tidak meningkat lebih dari 1,5 persen.

Perjanjian itu kemudian diratifikasi melalui Undang-Undang No 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change.

Baca juga: Ada Layanan Darurat 24 Jam buat Biker, Bisa Towing dan Antar Bensin

Ilustrasi mobil listrik Hyundai Kona EV tengah diisi ulang dayanya.UNPLASH.com Ilustrasi mobil listrik Hyundai Kona EV tengah diisi ulang dayanya.

Dalam kerja sama itu, Indonesia menargetkan penurunan emisi GRK sebesar 29 persen secara mandiri atau 41 persen jika mendapat bantuan internasional. Lalu pada 2060, Tanah Air ditargetkan bisa mencapai net zero emission.

"Oleh karenanya, konsep well to wheel patut dijalankan karena dari hulu sampai hilir kena. Bila pembangkit masih memakai sumber energi fosil, tidak banyak ada perubahan," kata Taufiek.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.