Maraknya Aksi Remaja Hentikan Truk, Sopir Jangan Dipidana Kalau Terjadi Kecelakaan

Kompas.com - 27/09/2021, 18:21 WIB
Aksi nekat remaja Bogor yang menghentikan truk tronton yang sedang melintas di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/4/2021) dini hari. Dok IstimewaAksi nekat remaja Bogor yang menghentikan truk tronton yang sedang melintas di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/4/2021) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com – Maraknya aksi remaja yang menghentikan truk bisa dibilang sangat mengkhawatirkan. Tidak sedikit korban yang tertabrak karena ingin membuat konten, merekam dirinya memberhentikan truk secara mendadak.

Salah satu yang dirugikan dari aksi nekat ini tentu si pengemudi dan pengusaha truk. Truk yang seharunya sampai tujuan tepat waktu, harus berhenti dan melapor ke kepolisian, belum lagi kalau truk harus dijadikan barang bukti, jadi tidak bisa digunakan untuk sementara.

Menanggapi aksi yang kian meresahkan ini, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY Bambang Widjanarko berharap kalau kejadian anak-anak yang menghentikan truk ini tidak menjadi tren.

Baca juga: Melanggar Marka Jalan Bisa Didenda Rp 500.000, Ini Aturannya

Petugas Unit Laka Polsek Cibungbulang sedang mengevakuasi seorang remaja berinisial MRB (15) yang tewas terlindas dump truk di Jalan Raya Umum Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021).Dok. Unit Laka Polsek Cibungbulang Petugas Unit Laka Polsek Cibungbulang sedang mengevakuasi seorang remaja berinisial MRB (15) yang tewas terlindas dump truk di Jalan Raya Umum Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021).

“Para pengemudi truk juga bisa terbebas dari segala tuntutan, karena hal ini bukan kelalaian,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Senin (27/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bambang menjelaskan, kalau kelalaian dari pengemudi itu bisa mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan, tanpa istirahat atau tidak fit, dia tidak lolos uji SIM. Tapi kalau pengemudi dikagetkan dengan gerombolan anak muda di tengah jalan, itu bukan kelalaian.

Baca juga: Daftar Harga LSUV Bekas Bulan Ini, Rush Mulai Rp 120 Jutaan, HR-V Rp 190 Jutaan

“Kalau dikagetkan dengan kemunculan orang tiba-tiba di depannya, siapa pun pengemudinya pasti akan kaget dan panik. Kendaraannya pun belum tentu bisa dihentikan, baik ada muatannya maupun kosong,” kata Bambang.

Bambang juga berharap kalau polisi mau menelusuri para pembuat konten berbahaya ini. Sehingga mereka bisa ditindak tegas dan tidak menjadi tren.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.