Angkot Terbakar Diduga Korsleting, Ingat Lagi Cara Pencegahannya

Kompas.com - 26/09/2021, 15:01 WIB
Sebuah angkot menabrak pohon lalu terguling dan terbakar dalam kecelakaan tunggal menyebabkan sopir meninggal dan 3 penunpangnya mengalami luka parah di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/9/2021) petang. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASebuah angkot menabrak pohon lalu terguling dan terbakar dalam kecelakaan tunggal menyebabkan sopir meninggal dan 3 penunpangnya mengalami luka parah di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (25/9/2021) petang.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan tunggal sebuah mobil angkot di Tasikmalaya, Jawa Barat terbakar pada Sabtu (25/9/2021) petang kemarin.

Melansir Kompas.com, kronologi kecelakaan bermula saat angkot melintasi jalanan menurun di Jalan Sukamaju, Kecamatan Cisayong.

Pengemudi hilang kendali saat menuruni jalan lalu menyerempet pohon, oleng ke kanan, terguling dengan posisi miring, lantas terbakar.

Kebakaran dapat terjadi sebab mobil angkot yang terguling beberapa kali mengakibatkan BBM tumpah. Sementara itu api yang muncul disinyalir akibat korsleting pada rangkaian kelistrikan.

Baca juga: Viral, Video Mobil Menggunakan STNK Rahasia dan Strobo

Membahas mengenai risiko korsleting, umumnya potensi tersebut dapat muncul akibat memodifikasi kendaraan dengan komponen aftermarket. Contohnya seperti sistem audio, klakson, atau pemasangan lampu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kegiatan modifikasi yang tidak dilakukan di bengkel resmi rawan akan malpraktik karena kemungkinan tidak mematuhi standar prosedur yang aman.

Ketika dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu, Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi mengatakan, tidak jarang perangkat aftermarket yang dipasang oleh bengkel umum dilakukan dengan tidak rapi.

Baca juga: Bus Patas Akas Mila Sejahtera, Uji Coba Rute Banyuwangi-Yogyakarta

Pada beberapa kasus bahkan ditemukan instalasi perangkat kelistrikan hanya mengandalkan sambung dan suntik kabel.

“Paling penting itu dipastikan lagi kondisi pada sambungan kabel, kalau hanya dibungkus atau diisolasi, lebih baik diganti dengan memasang soket karena jauh lebih kedap saat terkena air. Pastikan juga instalasinya rapi, dalam arti tidak ada yang menyuntik, karena ini sangat berbahaya," ujarnya.

Anjar sangat menyarankan pemilik mobil untuk melakukan pengecekan ulang kondisi pemasangan perangkat kelistrikan aftermarket-nya sebagai langkah pencegahan. Bila tidak yakin, bisa mendatangi bengkel resmi atau bengkel spesialis kelistrikan agar aman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.