Merasa Pegal Saat Mengemudi, Itu Gejala Keletihan

Kompas.com - 15/09/2021, 19:01 WIB
Sebuah mobil Mini Cooper yang dikemudikan oleh ZR menabrak trotoar dan pohon di Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8/2021). Instagram TMC Polda MetroSebuah mobil Mini Cooper yang dikemudikan oleh ZR menabrak trotoar dan pohon di Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.comMengemudi jarak jauh harus dibarengi dengan istirahat yang cukup. Istirahat yang dilakukan bukan hanya sebelum berangkat, tetapi ketika sudah mengemudi beberapa jam juga harus dilakukan.

Namun sayangnya, masih ada saja pengemudi yang memaksakan ketika sudah letih. Mereka berpikir agar bisa cepat sampai sehingga bisa beristirahat di tempat tujuan. Padahal, mengemudi dalam kondisi letih bisa berujung kecelakaan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ada beberapa gejala keletihan yang perlu diketahui pengemudi, pertama adalah pegal-pegal.

Baca juga: Lapis Ganjil Genap, Kemenhub Kaji Aturan 4 in 1 di Kawasan Puncak

ilustrasi lelah mengemudiKompas.com/Fathan Radityasani ilustrasi lelah mengemudi

“Mulai bagian tangan, pinggang, leher dan juga bahu terasa pegal. Jika sudah merasakannya, sudah waktunya untuk beristirahat,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Gejala selain pegal yang menunjukkan tubuh manusia harus berisitrahat adalah mata perih karena terlalu dipaksa melihat. Mata perih ini juga disebabkan terlalu banyak menerima sinar dari luar kabin.

“Berikutnya, persepsi jarak terganggu akibat otak mulai tidak dapat merespon dengan benar. Lalu, kepala terasa berat akibat kantuk yang dialami,” kata Sony.

Baca juga: Berhenti di Lampu Merah, Pengendara Motor Harus Tetap Waspada

Paling parah, jika tetap memaksakan diri mengemudi ketika letih adalah mengalami micro sleep. Jika sampai mengalami micro sleep, sudah pasti pengemudi akan kecelakaan di jalan.

“Proses sampai mengalami micro sleep ini panjang, tapi banyak pengemudi yang mengabaikan dengan alasan tanggung, gengsi dan dikejar waktu,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.