Kompas.com - 11/09/2021, 08:02 WIB
Prestige Image Motorcars memperkenalkan kendaraan udara otonom berpenumpang (AAV) EHang 216. KOMPAS.com/GilangPrestige Image Motorcars memperkenalkan kendaraan udara otonom berpenumpang (AAV) EHang 216.

JAKARTA, KOMPAS.com - Taksi terbang asal China, EHang 216 sudah mendarat di Indonesia. Autonomous Aerial Vehicle (AAV) tersebut dibawa oleh importir umum Prestige Image Motorcars.

Presiden Direktur Prestige Image Motocars Rudy Salim mengatakan, EHang 216 akan dijual secepatnya. Saat ini mobil terbang masih perlu beberapa tahap sebelum dapat izin terbang.

"Sebetulnya kita sudah mau jual. Tapi kalau kita jual tapi perizinannya belum selesai kan percuma, kita akan ikuti perizinan dan regulasi yang ada di Indonesia sesuai dengan proses dan prosedur yang berlaku. Setelah itu keluar kita siap," katanya di Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Erick Thohir Naik ke Kabin Taksi Terbang EHang 216

Prestige Image Motorcars memperkenalkan kendaraan udara otonom berpenumpang (AAV) EHang 216.KOMPAS.com/Gilang Prestige Image Motorcars memperkenalkan kendaraan udara otonom berpenumpang (AAV) EHang 216.

EHang 216 merupakan kendaraan udara otonom berpenumpang. Motor penggeraknya menggunakan teknologi listrik dan diproduksi oleh Guangzhou EHang Intelligent Technology Co. Ltd.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara kasat mata desain EHang 216 tak ubahnya drone raksasa yang bisa mengangkut dua penumpang.

Mengacu pada lembar spesifikasi, EHang 216 memiliki 16 baling-baling dan 8 lengan yang dapat dilipat. Fungsinya untuk sehingga menghemat area parkir dan hanya butuh area 5 meter persegi.

Dimensi memiliki tinggi 1,77 meter dan lebar 5,61 meter. Kendaraan ini diklaim sanggup membawa beban maksimum 220 kg.

Untuk terbang EHang 216 menggunakan saluran transmisi nirkabel 4G atau 5G sebagai kanal komunikasi dengan pusat komando dan kendali.

Baca juga: Dibanderol Rp 650 Juta, Spesifikasi Aprilia RS 660 Bisa untuk Balap

Mobil terbang EHang 216dok.EHang Mobil terbang EHang 216

Penumpang bisa duduk dan menikmati perjalanan tanpa perlu mengontrol atau mengoperasikan pesawat. Rute penerbangan akan disurvei dahulu untuk mengatur rencana penerbangan terbaik.

EHang 216 diklaim mampu terbang dengan kecepatan maksimal 130 kpj, dengan ketinggian 3.000 meter dan jarak penerbangan mencapai 35 kilometer dalam 21 menit.

Kendaraan yang menggunakan daya listrik 100 persen ini disebut bisa meminimalisir kegagalan pengoperasian yang disebabkan keselahan manusia.

Proses logistik pun dapat menjadi lebih efisien, meski daya angkut mobil cukup terbatas dibandingkan alat transportasi lainnya seperti truk dan kapal laut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.