Xpander Mundur di Sitinjau Lauik, Masalahnya Bukan Soal FWD atau RWD

Kompas.com - 10/09/2021, 07:02 WIB
Mitsubishi Xpander melintas tanjakan Sitinjau Lauik di Sumatera Barat. Youtube Sitinjau Lauik Truk VideoMitsubishi Xpander melintas tanjakan Sitinjau Lauik di Sumatera Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com – Video viral dari media sosial mengenai mobil-mobil yang mundur di Tanjakan Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, karena tak kuat menanjak belakangan bikin heboh. Pasalnya, hampir semua mobil bisa mengalami masalah serupa, salah satunya Mitsubishi Xpander yang notabene penggerak depan (FWD).

Ketika ditanya soal ini, Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi, mengungkapkan bahwa tanjakan tersebut cukup berbahaya untuk pengemudi pemula.

“Tapi menjadi favorit banyak orang, juga jadi challenge orang-orang untuk melewati itu. Mereka-mereka yang selalu bisa melewati tikungan itu punya jam terbang tinggi,” ujar Rifat, dalam konferensi virtual yang digelar Mitsubishi bersama media (9/9/2021).

Baca juga: Toyota Raize Sudah Ada Sekennya, Segini Harganya

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh SEMUA TENTANG MOBIL INDO ???????? (@indocarstuff)

Pereli nasional ini menjelaskan bahwa kunci melewati tanjakan tersebut ada pada sudut kemiringan mobil, bukan soal penggerak depan atau belakang (RWD). Apalagi ada sudut maksimal yang bisa dilewati segala jenis mobil.

Selain itu, Rifat juga mengatakan, seseorang yang berada di belakang kemudi harus punya inisiatif dengan memperhatikan unsur keselamatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebisa mungkin dalam posisi tanjakan maupun turunan tajam, kita disarankan harus selalu punya rasa antisipasi untuk mengambil angle yang paling rendah sudutnya.

Baca juga: Bikin Heboh, Ada Kijang Masuk Bengkel Toyota

Mitsubishi Xpander Rockford Fosgate Black EditionKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Mitsubishi Xpander Rockford Fosgate Black Edition

“Kalau ada perbedaan tinggi, selalu ambil yang paling rendah sudutnya. Karena bagaimanapun juga kendaraan standar tidak dilengkapi dengan Limited Slip Differential (LSD), yang berjalan kiri dan kanan bersamaan,” ucap Rifat.

Rifat menambahkan, dalam video-video yang viral itu terlihat bahwa mobil yang berhasil menanjak adalah mobil yang mengambil bagian luar jalan.

Sebab, bagian dalam jalan sangat tidak masuk akal untuk dilalui, keculi oleh mobil berpenggerak empat roda.

Baca juga: Ganjil Genap di Puncak dan Sentul Resmi Berlaku

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sitinjau Lauik Truck Video (@sitinjau_lauik)

Menurutnya, dalam video-video tersebut, terlihat sekali bahwa mobil yang bisa nanjak adalah mobil yang mengambil bagian luar. Karena bagian dalamnya sangat tidak masuk akal untuk dilalui, kecuali oleh mobil berpenggerak empat roda.

“Jadi berapa derajat? Saya jujur enggak bisa jawab derajatnya. Karena kalau saya bilang setir belok tapi jalannya flat, pasti bisa belok. Tapi kalau setir beloknya sedikit, tapi posisinya tinggi sebelah, itu pasti akan sulit karena salah satu ban akan terangkat,” kata Rifat.

“Kebetulan dalam video itu ban yang terangkat adalah bagian depan. Karena dia dalam posisi berhenti dan mau jalan. Tapi kalau setirnya lurus, saya rasa mobil itu akan jalan,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.