Faktor yang Bikin Bikers Jadi Ugal-ugalan

Kompas.com - 07/09/2021, 16:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar video pengendara sepeda motor berboncengan ugal-ugalan di jalan raya. Aksinya itu kemudian berujung petaka sebab keduanya jatuh di aspal.

Tak cuma di Indonesia, di luar negeri juga serupa. Dalam video yang diunggah akun Instagram, Agoez Bandz4, terlihat pemuda berboncengan ugal-ugalan dan terjatuh.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, arogansi pengendara motor di jalan raya bisa muncul dari berbagai macam faktor.

Baca juga: Aki Tekor Bisa Diatasi Dengan Mengganti Daya Lebih Besar?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Agoez Bandz Official (@agoez_bandz4)

 

Namun, ada dua hal utama yang jadi sorotan belakangan ini, yaitu jenis motor dan berkendara secara berkelompok.

Menurut Jusri, seseorang yang dalam sisi kehidupan lainnya sangat menjujung tinggi etika bisa berubah sikap saat menunggangi motor tertentu.

Sebab, motor bisa memberikan aura dan karakter yang bisa memengaruhi biker.

Bikers, apalagi yang menggunakan atribut atau sesuatu maka memunculkan eksklusivitas sampai arogansi. Karakter bawaan motor antara lain, ngebut, geber-geber, dan merasa superior,” ucap Jusri belum lama ini kepada Kompas.com.

Menurut Jusri, motor akan memengaruhi perilaku pengendaranya di jalan raya. Tapi tak melulu motor dengan kapasitas besar alias moge kemudian membuat pengendara jadi ugal-ugalan.

Baca juga: Kondisi Fisik Boleh Mulus, Tapi Helm Tetap Bisa Kedaluwarsa

Video memperlihatkan seorang pemuda remaja di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, melakukan freestyle diatas motor dengan ugal- ugalan hingga terjatuh tabrak trotoar viral di media sosial, Minggu (13/12/2020).screen shoot Video memperlihatkan seorang pemuda remaja di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, melakukan freestyle diatas motor dengan ugal- ugalan hingga terjatuh tabrak trotoar viral di media sosial, Minggu (13/12/2020).

Motor kecil atau yang bekapasits tidak besar juga punya efek yang sama.

“Ada model motor 125 cc namun bawaannya selalu ingin buka gas. Sementara itu, ada juga moge yang tidak nikmat dikendarai lebih dari 70 kilometer per jam (kpj),” kata dia.

Adapun berkendara berkelompok akan memunculkan rasa kebersamaan bahkan menimbulkan eksklusivitas. Bukan cuma terjadi saat berkendara.

Hal itu juga bisa kejadian saat dua atau tiga orang berjalan kaki di mal.

“Kondisi tersebut akan memunculkan arogansi. Ketika Anda naik motor lebih baik sendiri, karena kalau ramai-ramai pasti akan meminta hak lebih,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.