Insentif PPnBM Terbukti Selamatkan Industri Otomotif Dalam Negeri

Kompas.com - Diperbarui 06/09/2021, 08:17 WIB
Honda di IIMS Hybrid 2021 KOMPAS.COM/STANLY RAVELHonda di IIMS Hybrid 2021
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Program relaksasi pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) untuk pembelian kendaraan bermotor tertentu sejak Maret 2021 terbukti efektif mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional.

Artinya, adanya insentif PPnBM ditangung pemerintah terbukti berhasil menyelamatkan kinerja industri otomotif dalam negeri, khususnya yang punya pabrik produksi.

Klaim tersebut merupakan hasil studi dari lembaga riset Institute for Strategics Inisiative atau ISI bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bertajuk "Dampak Insentif PPnBM DTP Kendaraan Bermotor pada Perekonomian Nasional."

"Disimpulkan PPnBM mendorong naiknya volume penjualan mobil, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan rumah tangga, dan pendapatan negara yang pada akhirnya membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional," kata Direktur ISI Luky Djani dalam keterangannya, Minggu (5/9/2021).

Baca juga: Dispensasi Perpanjangan SIM Masih Ada, Berlaku Dua Hari Lagi

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

Menurutnya, industri otomotif merupakan sektor yang memiliki multiplier effect terhadap sektor-sektor yang terkait. Sektor otomotif juga meningkatkan demand atas output sektor seperti industri komponen mesin, ban, valve, filter dan lain sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sementara itu, ke hilir produk otomotif telah berdampak terhadap sektor pembiayaan keuangan, alat transportasi dan lainnya,” ujar dia.

Program relaksasi PPnBM DTP sebenarnya berawal dari masalah penurunan penjualan mobil di dalam negeri imbas pandemi Covid-19 setahun belakangan.

Kala itu, pada Maret 2020, penjualan mobil (yang masuk dalam skema PPnBM DTP) telah mulai mengalami penurunan penjualan. Titik terendah penjualan terjadi pada bulan Mei 2020 mencapai 6.907 unit, jauh lebih kecil pada saat kondisi normal rata-rata 40 ribu unit.

Lebih rinci, asosiasi mencatat pada Maret 2019, penjualan mobil sekitar 46.544 unit dan kerap menurun pada bulan April dan Mei menjadi 40 ribu unit dan 40.137 unit.

Baca juga: PPnBM 25 Persen, Simak Harga Terbaru Daihatsu Rocky di Yogyakarta

Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pekerja membersihkan mobil di area stan Honda saat pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Namun pada periode awal pandemi, penjualan menurun menjadi 44.844 unit dimana penurunan terendah terjadi pada bulan April dan Mei 2020, hanya 9.426 dan 6.907 unit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.