Konversi Motor Listrik Bisa Mahal jika Ikuti Aturan Sekarang

Kompas.com - 01/09/2021, 09:12 WIB
Honda C70 dikonversi jadi motor listrik oleh David Budiatmaja Dok. David BudiatmajaHonda C70 dikonversi jadi motor listrik oleh David Budiatmaja

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mempercepat tren motor listrik, Pemerintah akhirnya membuat regulasi soal konversi motor bensin ke motor listrik. Namun, menurut sebagian orang, ada yang mengganjal dari aturan tersebut.

Soal konversi motor listrik, Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Baca juga: Komunitas Motor Listrik Sambut Baik Proyek Konversi Motor Listrik

Semua tentang konversi motor listrik, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) tersebut, mulai dari pengertian konversi, bengkel konversi, sertifikat konversi, dan lainnya.

Yamaha MX-King versi Malaysia alias Y15ZR dikonversi menjadi motor listrikDok. Twitter @HezeriSamsuri Yamaha MX-King versi Malaysia alias Y15ZR dikonversi menjadi motor listrik

Hendro Sutono, pegiat motor listrik dan juru bicara Komunitas Sepeda dan Motor Listrik (Kosmik), mengatakan, sebenarnya masih ada beberapa hal yang mengganjal bagi rekan-rekan bengkel untuk bisa lolos sertifikasi, di antaranya ketentuan PM 65/2020 pasal 5 ayat 2 huruf d dan e.

Pasal tersebut menyebutkan bahwa persyaratan sebagai bengkel konversi harus memiliki peralatan uji perlindungan sentuh listrik dan memiliki peralatan uji hambatan isolasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kementerian ESDM Mulai Pilot Project Konversi Sepeda Motor Listrik

"Kedua alat uji tersebut berdasarkan informasi yang saya dapat dari rekan-rekan, harganya mencapai puluhan juta rupiah," ujar Hendro, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Konversi motor listrik dari skutik Honda BeAT oleh Katros GarageInstagram @katrosgarage Konversi motor listrik dari skutik Honda BeAT oleh Katros Garage

Hendro menambahkan, harga alat tersebut tentunya akan masuk dalam biaya investasi bengkel yang pada akhirnya akan mempengaruhi biaya konversi di level konsumen.

"Dengan kondisi saat ini yang masih sangat sedikit jumlah kendaraan yang dilakukan konversi, tentunya variabel investasi yang harus ditanggung konsumen juga menjadi besar. Sehingga harga konversi juga menjadi mahal," kata Hendro.

Hendro mengatakan, rekan-rekan mengharapkan keberadaan kedua alat uji tersebut tidak dibebankan kepada bengkel. Tetapi menjadi bagian dari balai uji, sehingga beban investasi bengkel konversi bisa berkurang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.