Kompas.com - 23/08/2021, 10:12 WIB
TMMIN akan menggenjot produksi maksimal untuk Fortuner menyesuaikan permintaan yang diprediksi meningkat. KompasOtomotif-Donny AprilianandaTMMIN akan menggenjot produksi maksimal untuk Fortuner menyesuaikan permintaan yang diprediksi meningkat.
|

JAKARTA, KOMPAS.comKrisis cip semikonduktor tengah melanda industri otomotif global. Hampir semua pabrikan tengah bermasalah dengan penyediaan keping kecil yang berisi rangkaian elektronik ini.

Kabar terbaru, Toyota Motor Corporation telah mengumumkan pengurangan produksi hingga 40 persen pada September 2021.

Bob Azam, Direktur Corporate Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mengatakan, krisis cip bermula ketika produksi otomotif sedang turun karena pandemi.

Baca juga: Jalan Tol Cinere-Serpong Selesai Oktober 2021, Siap Tembus Tol Cijago

Ilustrasi cip semikonduktor yang menjadi salah satu komponen otomotif,PAULTAN.org Ilustrasi cip semikonduktor yang menjadi salah satu komponen otomotif,

Menurut Bob, kondisi ini menyebabkan cip semikonduktor lebih banyak dialokasikan buat barang elektronik.

Apalagi permintaan elektronik tengah meningkat saat pandemi. Seperti diketahui, segala kegiatan dilakukan secara daring, membuat produksi ponsel pintar hingga komputer ikut terdongkrak.

“Lantas ketika industri otomotif mulai recovery, pabrik semikonduktor tidak bisa suplai, butuh waktu,” ucap Bob, kepada Kompas.com (20/8/2021).

Baca juga: Aksi Nekat Fortuner Lawan Arah, Serempet dan Tabrak Mobil

Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Karawang Plant I milik Toyota Motor Manufacturing (TMMIN).Febri Ardani/KompasOtomotif Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Karawang Plant I milik Toyota Motor Manufacturing (TMMIN).

Kondisi ini menyebabkan antrean inden pemesanan mobil. Sejumlah mobil bahkan harus menunggu hingga berbulan-bulan bahkan setahun.

“Untuk penambahan volume tentu butuh waktu. Dia butuh waktu 4-5 bulan untuk produk existing, butuh waktu lebih lama lagi untuk produk baru,” ujar Bob.

Bob menambahkan, mobil dengan fitur yang canggih membutuhkan suplai cip semikonduktor lebih banyak. Biasanya inden mobil dengan fitur-fitur canggih ini juga memakan waktu lebih lama.

“Fitur mobil yang canggih lebih intens dengan semikonduktor. Di model sederhana ada juga, tapi relatif masih bisa terbantu suplainya,” kata dia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.