Belajar dari Motor Kurir yang Terbakar, Jangan Bawa Muatan Terlalu Banyak

Kompas.com - 10/08/2021, 17:12 WIB
LUDES-Inilah sepeda motor milik Rahmat Tri Ardana, seorang kurir ekspedisi pengiriman barang JNT yang ludes terbakar, Minggu (8/8/2021). KOMPAS.COM/Dokumentasi Polsek Bungkal-PnorogoLUDES-Inilah sepeda motor milik Rahmat Tri Ardana, seorang kurir ekspedisi pengiriman barang JNT yang ludes terbakar, Minggu (8/8/2021).

PONOROGO, KOMPAS.com - Seorang kurir jasa ekspedisi harus pasrah melihat sepeda motor bebek yang digunakannya untuk bekerja mengantarkan barang terbakar habis.

Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (8/8/2021) di daerah Bungkal, Ponorogo, Jawa Timur. Si pengemudi telat menyadari bahwa keranjang berbahan terpal yang digunakan untuk mengangkut barang kiriman menempel pada bagian knalpot.

Alhasil, api timbul dan membakar keranjang tersebut. Tidak hanya itu, api juga merambat hingga ke bagian-bagian sepeda motor.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan 5 Tahunan tapi Kendaraan di Luar Daerah, Ini Solusinya

Menanggapi peristiwa tersebut, Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan bahwa dalam perspektif keselamatan berkendara tidak disarankan untuk membawa beban muatan terlalu banyak di sepeda motor.

"Secara safety riding tentu membawa barang secara berlebihan sangat tidak disarankan karena selain membuat keseimbangan sepeda motor menjadi tidak stabil juga dapat mengurangi kebebasan dalam bermanuver saat berkendara," kata Agus kepada Kompas.com, Selasa (10/8/2021).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by smartgram (@smart.gram)

Diduga, keranjang yang terpasang pada sepeda motor tersebut memuat terlalu banyak beban sehingga bagian bawahnya bisa menyentuh knalpot.

Baca juga: Lebih Canggih dan Sporty, Bedah Ubahan pada Toyota Fortuner GR Sport

Ia mengatakan bahwa keputusan mengangkut beban muatan pada sepeda motor tentu kembali kepada masing-masing individu pengendara.

Namun jika dirasa membahayakan pengendara dan pengguna jalan lain, sebaiknya hal tersebut jangan dipaksakan.

Oleh karena itu, Agus merekomendasikan agar para perusahaan jasa ekspedisi juga rutin mengedukasi karyawannya mengenai prioritas dalam keselamatan berkendara.

"Para owner atau perusahaan jasa pengiriman juga sebaiknya melakukan edukasi tentang safety riding kepada karyawannya agar tidak hanya mementingkan (target jumlah) paket yang diantar saja tapi juga keselamatan kurirnya. Karena bagaimanapun keselamatan adalah hal utama dalam mencapai sebuah tujuan," katanya lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.