Alasan Kenapa di Persimpangan Jalan Kerap Terjadi Kemacetan

Kompas.com - 07/08/2021, 13:42 WIB
Simpang Jalan Melati, Kota Blitar, salah satu dari empat titik penerapan tilang elektronik di Kota Blitar. KOMPAS.COM/ASIP HASANISimpang Jalan Melati, Kota Blitar, salah satu dari empat titik penerapan tilang elektronik di Kota Blitar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat melintas di persimpangan, terutama di kota-kota besar pasti kerap melihat atau menemukan jalan macet.

Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor.

Pemerhati masalah transportasi mengatakan Budiyanto mengatakan, penyebabnya tergantung dari karakteristik pada objek di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Budiyanto, faktor paling utama biasanya karena persimpangan tersebut tidak dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), atau bahkan ada namun tidak berfungsi.

“Faktor kedua, simpang tersebut tidak diatur dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, alhasil semua pengendara saling menyerobot, dan tidak ada yang mau mengalah. Sehingga akan menimbulkan kemacetan yang cukup parah,” kata Budiyanto belum lama ini kepada Kompas.com.

Baca juga: Waspada Rekonstruksi Jalan, Ada Perubahan Lajur Transaksi di GT Ciawi

Poin ketiga, penyebabnya juga bisa dikarenakan banyak mobil atau motor yang parkir di sekitar lokasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terakhir, bisa juga disebabkan karena volume kendaraan bermotor sangat padat, sampai akhirnya menimbulkan kemacetan dan kesemerawutan lalu lintas.

“Apabila seperti itu, maka harus ada pengaturan yang dilaksanakan bergantian secaa bertahap. Agar tidak terjadi kemacetan yang parah di sekitar lokasi,” kata dia.

Aturan

Jika menilik kembali Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) pasal 113, cara dan etika berkendara ketika dipersimpangan sudah jelas dipaparkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
MOBIL-NEWS-APM
Dealer MG  Hadir  di Kota Riau, Konsep 3S, Bikin Konsumen Nyaman
Dealer MG Hadir di...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.