Mobil Kelamaan Diam di Rumah, Jangan Sampai Jadi Sarang Semut dan Kecoak

Kompas.com - 17/07/2021, 16:22 WIB
Contoh modifikasi interior yang diterapkan pada mobil murah. Aditya Maulana, OtomaniaContoh modifikasi interior yang diterapkan pada mobil murah.

JAKARTA, KOMPAS.com – Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali diperpanjang hingga akhir Juli 2021. Tentu saja hal ini membuat kendaraan yang biasanya digunakan setiap hari jadi harus diam di rumah.

Namanya juga mobil harian, tentu banyak barang-barang yang ada di kabin. Namun ternyata, mobil yang lama diam di rumah bisa menjadi sarang semut atau bahkan kecoak.

Lalu apa penyebab dari adanya semut atau kecoak yang bersarang di dalam kabin?

Baca juga: Penyekatan di Jalan Tol Diperpanjang hingga 25 Juli 2021

Kondisi mobil yang sudah parkir lebih dari enam bulan di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai Rp 10 juta lebih.KOMPAS.com/ Ari Purnomo Kondisi mobil yang sudah parkir lebih dari enam bulan di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai Rp 10 juta lebih.

Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor mengatakan, ada beberapa faktor yang mengundang semut dan kecoak untuk masuk ke kabin mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bisa dari makanan yang ada di kabin, atau kondisinya yang lembab dan bau. Biasanya banyak telur kecoak di balik jok mobil kalau sudah berkembang biak,” ucap Didi kepada Kompas.com, belum lama ini.

Jadi jika menyimpan makanan atau sering makan di kabin mobil, bisa mengundang dua hewan tersebut. Selain itu, perhatikan juga tempat parkir dari mobil ketika lama diam.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, 2 PO Bus AKAP Surabaya-Jogja Berhenti Beroperasi Sementara

Yaska Wu, Chief Executive Officer HD Car Care Indonesia mengatakan, lower ground atau basement adalah salah satu tempat yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya kecoak.

Sedangkan kalau semut, biasa datang dari pohon dan bisa juga dari tanah. Jadi posisi parkir mobil juga menjadi faktor hadirnya dua hewan tersebut.

“Ini kemungkinan karena kendaraan sering diparkir di bawah pohon dan ban langsung bersentuhan dengan tanah (bukan dilapisi keramik atau beton), sehingga akan lebih mudah untuk semut bersarang,” ujar Yaska.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X