Mitos atau Fakta, Putar Setir Saat Mobil Diam Dapat Merusak Power Steering

Kompas.com - 17/07/2021, 14:22 WIB
Ilustrasi Elektrik Power Steering GUIDEAUTOWEB.com Ilustrasi Elektrik Power Steering

JAKARTA, KOMPAS.com - Power steering merupakan salah satu komponen dalam mobil yang sistem kerjanya dapat memudahkan pengemudi untuk memutar kemudi mobil. Dengan bantuan power steering, kemudi akan lebih ringan jika dibandingkan dengan mobil yang belum menggunakan power steering.

Ada dua jenis power steering berdasarkan penggeraknya. Yang pertama yakni power steering hidrolik dan elektrik power steering (EPS).

Baca juga: Nekat Putar Balik, Pengemudi Mobil Ini Harus Bayar Tol 10 Kali Lipat

Banyak yang beranggapan bahwa memutar setir pada saat posisi mobil diam dianggap dapat merusak power steering. Di sisi lain, ada juga yang beranggapan bahwa hal tersebut tidak akan merusaknya.

Power steering hidraulik.toyotazone.co.za Power steering hidraulik.

Menanggapi hal tersebut, Dealer Technical Support Dept. Head PT TAM, Didi Ahadi, mengatakan, memutar setir pada saat mobil dalam kondisi diam atau mesin mati bisa saja dapat merusak power steering.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Modus Kaca Mobil Dilempari Telur, Langsung Nyalakan Wiper

"Ada benarnya juga, jadi kalau misal kendaraan diam otomatis setir akan terbebani dengan beban kendaraan, jadi agak lebih berat. Lain halnya jika mobil dalam keadaan terangkat diatas lift atau posisi bergerak," kata Didi kepada Kompas.com, Sabtu (17/7/2021).

Didi juga mengatakan, dengan adanya beban dari kendaraan pada saat diam maka mekanisme setir akan lebih bekerja keras. Maka dari itu jangan biasakan memutar setir dalam kondisi diam atau mesin mati.

Ilustrasi ban mobilDok. Shutterstock Ilustrasi ban mobil

"Kalau untuk keadaan darurat tidak masalah, asalkan pada saat menggerakkan setir jangan pada kondisi mesin mati supaya tidak merusak komponen-komponen yang ada di steering system," ucap Didi.

Baca juga: Penyekatan di Jalan Tol Diperpanjang hingga 25 Juli 2021

Hal ini dikarenakan ada jenis mekanisme power steering yang mengandalkan putaran mesin untuk menggerakkannya. Didi mengatakan, power steering yang menggunakan sistem hidrolik atau fluida akan lebih bermasalah jika setir diputar dalam keadaan mesin mati.

"Kalau sistem power steering yang masih mengunakan fluida (hidrolik), pompa yang digunakan untuk mengalirkan cairan yang menggerakkan power steering akan bekerja mengikuti perputaran mesin, jika mesin mati dan dipaksakan akan rawan terjadi kebocoran," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X