PPKM Darurat, Daihatsu Tetap Produksi Demi Devisa Meski Kapasitas Anjlok

Kompas.com - 17/07/2021, 13:42 WIB
Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu. KOMPAS.com / FEBRI ARDANIIlustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski ada pengecualian di sektor esensial dan kritikal, tapi pemberlakuan PPKM Darurat membuat sebagian aktivitas tak bisa berjalan normal.

Termasuk dalam hal produksi kendaraan yang mau tak mau harus terpangkas lantaran mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan.

Marketing Director & Corporate Planning And Communication PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan, aktivitas produksi mobil di pabrik tetap berjalan lantaran pihaknya mengekspor ke-75 negara dan dibutuhkan Indonesia untuk mendapatkan devisa.

Tapi, dampak dari penerapan protokol yang lebih ketat pada PPKM Darurat, membuat Daihatsu harus patuh mengedepankan keselamatan karyawan yang berujung pada penurunan kemampuan memproduksi kendaraan.

Baca juga: PPKM Darurat, Pengiriman Mobil Daihatsu Berpotensi Tersendat

"Dalam pengoperasiannya, Daihatsu memprioritaskan penanganan operasional dengan protokol yang lebih ketat, dan ini berdampak pada penurunan kemampuan memproduksi," ujar Amel dalam konferensi pers virtual Kamis, (15/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi suplai mobil dari pabrik DaihatsuDok. ADM Ilustrasi suplai mobil dari pabrik Daihatsu

Lebih lanjut Amel mengatakan, terkait kapasitas produksi Daihatsu, saat awal di 2019 atau sebelum Covid-19 melanda sebesar 530.000 unit. Lalu terpangkas pada 2020 ketika virus corona masuk ke Tanah Air menjadi 330.000 unit per tahun.

Selanjutnya, berlahan-lahan mulai ada pelonggaran yang membuat demand naik dan berdampak pada peningkatan kapasitas produksi yang terkerek menjadi 460.000 unit.

Tapi dengan adanya PPKM Darurat yang berjalan hingga 20 Juli 2021, membuat produksi mobil Daihatsu kembali anjlok.

"Saat ini dengan kondisi protokol yang lebih ketat kemampuan produksi Daihatsu turun menjadi sekitar 35.000 per bulan atau dalam setahun menjadi 420.000 unit, turun 40.000 unit," ujar Amel.

Baca juga: PPKM Darurat, Gaikindo Tetap Optimis Capai Target Tahunan

Daihatsu RockyASTRA DAIHATSU MOTOR Daihatsu Rocky

"Kami tetap beroperasi mendukung pemerintah yang membutuhkan pemasukan karena kami berorientasi pada ekspor, tapi kami menerapkan protokol yang sangat ketat sehingga efisiensi dan orang yang masuk berkurang dan kemampuan produksi ADM turun jadi 420.000 per tahun," kata Amel.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.