Bahas Rencana Menjadikan Indonesia Pemain Utama Mobil Listrik

Kompas.com - 16/07/2021, 09:42 WIB
Ilustrasi kendaraan listrik stanlyIlustrasi kendaraan listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah RI terus berupaya mengakselerasi pengembangan electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik di Tanah Air dengan target menjadi salah satu pemain utama.

Sederet perencanaan dan pengembangan tengah dilakukan, antara lain menyusun peta jalan kendaraan listrik dan pemberian beragam insentif terhadap mobil atau motor terkait.

Bahkan, sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, industri alat transportasi menjadi prioritas dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035.

Baca juga: Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Industri Kendaraan Listrik Global

ILustrasi mobil listrikDok. Pixabay.com ILustrasi mobil listrik

"Sejalan dengan itu, Indonesia telah menetapkan roadmap atas EV melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 yang membahas tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV, dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal,” katanya, Rabu (14/7/2021).

Adapun dalam peta jalan tersebut, ditetapkan target produksi untuk EV pada 2030 ialah dapat mencapai 600.000 unit untuk roda empat atau lebih, dan untuk roda dua dapat mencapai hingga 2,45 juta unit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dengan diproduksinya kendaraan listrik, diharapkan menurunkan emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda dua,” kata Agus.

Lalu dalam periode atau jangka waktu sama, diperkirakan pembelian kendaraan listrik untuk roda empat akan mencapai 132.983 unit dan 398.530 unit untuk kendaraan listrik roda dua.

Tidak sampai di sana, untuk mempercepat popularisasi penggunaan EV, pemerintah akan menetapkan peraturan tentang roadmap pembelian EV di instansi pemerintahan.

Baca juga: Penjualan Mobil Semester I/2021 Mulai Tumbuh 50 Persen

Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di FatmawatiPertamina Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati

Selanjutnya, pemerintah juga menciptakan ekosistem EV dengan melibatkan para pemangku kepentingan yang terdiri dari produsen, produsen baterai, pilot project, konsumen, dan infrastruktur seperti charging station, dan pilot project.

Selain itu, pemerintah memberikan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal bagi konsumen EV, seperti pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah PPnBM sebesar 0 persen melalui Peraturan Pemerintah No 74/2021.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.