Harga dan Infrastruktur Jadi Tantangan Jual Mobil Listrik di Indonesia

Kompas.com - 16/07/2021, 09:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMenteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com – Penetrasi mobil listrik atau electric car (EV) di Indonesia masih terganjal harga yang mahal. Faktor ini yang menyebabkan penjualannya belum sebanyak mobil internal combustion engine (ICE).

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, mengatakan, harga mobil listrik yang mahal jadi tantangan tersendiri dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.

Nangoi mengatakan, mobil yang paling laku di Tanah Air berada di rentang harga Rp 250 juta sampai dengan Rp 300 juta.

Baca juga: Update Penutupan 26 Akses Jalan Tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur

DFSK mulai buka pemesanan untuk mobil listrik Gelora EKompas.com/Donny DFSK mulai buka pemesanan untuk mobil listrik Gelora E

Tak heran jika mobil murah seperti LCGC atau Low MPV memiliki porsi yang lebih besar ketimbang segmen lainnya.

“Kalau (mobil listrik) ingin berkembang di Indonesia, kita harus menekan harga mobil listrik di bawah Rp 300 juta agar daya beli masyarakat dapat menjangkau,” ucap Nangoi, dalam webinar Investor Daily Summit 2021 (14/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mobil listrik memiliki harga jual lebih mahal daripada mobil konvensional lantaran komponen utamanya, yaitu baterai, belum diproduksi secara massal.

Baca juga: Update PPKM Darurat, Pos Penyekatan Jakarta Diperluas Jadi 100 Titik

Ilustrasi MG ZS EV di IIMS Hybrid 2021Dok. MG Indonesia Ilustrasi MG ZS EV di IIMS Hybrid 2021

Persoalan lain adalah jarak tempuh mobil listrik masih terbatas karena kapasitas baterai mobil listrik yang juga terbatas.

Ini berbeda jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak yang memiliki jarak tempuh panjang karena dukungan ketersediaan stasiun pengisian bahan bakar.

Sementara itu, Gaikindo mencatat penjualan total mobil listrik di Indonesia sepanjang semester pertama 2021 mencapai 1.900 unit.

Baca juga: Berulang, Remaja Pria Terlindas Truk demi Konten Viral

Hyundai Kona EV 2021KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Hyundai Kona EV 2021

Jumlah ini terdiri atas model hybrid yang terjual 1.378 unit, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) 34 unit, dan mobil listrik baterai (BEV) 488 unit.

Jumlah ini meningkat jika dibandingkan realisasi tahun lalu, saat mobil hybrid membukukan 1.108 unit penjualan, PHEV 6 unit, dan BEV 120 unit.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.