Cara Menghindari Blind Spot bagi Pengguna Sepeda Motor

Kompas.com - 09/07/2021, 06:39 WIB
Blind spot truk detikotoBlind spot truk

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara di jalan raya tentu saja membutuhkan fokus dan juga kewaspadaan terhadap sekitar. Karena saat berada di jalan, tidak hanya berkendara sendiri, melainkan ada banyak kendaraan berbagai ukuran dalam satu lajur jalan.

Dalam mengendarai kendaraan, tentu saja kita menjumpai keadaan atau area yang tidak terlihat pada saat posisi berkendara atau yang disebut dengan blind Spot.

Baca juga: Ducati Akui Keluhan Rossi 10 Tahun Lalu Memang Benar

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani, mengatakan, pada saat berkendara di jalan raya dan mengendarai kendaraan besar pasti ada yang namanya titik buta yang tidak bisa dilihat oleh pengemudi. Sebisa mungin untuk pengendara yang lain menghindari area blind spot tersebut.

"Sebagai pengedara kendaraan kecil, sebaiknya kita menghindari area blind spot kendaraan besar seperti truk dan bus," kata Agus kepada Kompas.com belum lama ini.

Screen shot video soal blind spot pada trukfacebook.com Screen shot video soal blind spot pada truk

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk dapat mengetahui sedang berada dalam area blind spot suatu kendaraan atau tidak, Agus mengatakan jika masih bisa melihat pegemudi kendaraan besar melalui kaca spion dari kendaraan tersebut, berarti tidak sedang dalam area blind spot pengemudinya.

Baca juga: PPKM Darurat, Berikut Update 21 Titik Penyekatan di Yogyakarta

Selain itu area blind spot juga harus diperhatikan pada saat berhenti di lampu merah. Pasalnya kendaraan besar dengan kursi pengemudi yang tinggi juga menambah blind spot suatu kendaraan.

Maka dari itu perhatikan baik-baik di mana posisi berhenti yang benar pada saat berdekatan dengan kendaraan besar.

"Ada juga kendaraan besar yang sudah dipasang spion tambahan untuk melihat depan kendaraan dan juga bagian bawah, namun tidak semua pengemudi kendaraan besar menambahkannya. Untuk itu tetap waspada dan hindari blind spot agar tidak terjadi kecelakaan," kata Agus.

Ilustrasi: Truk besar saat melintas di Jembatan Widang-Babat yang sempat ambruk beberapa waktu lalu.KOMPAS.com/Hamzah Ilustrasi: Truk besar saat melintas di Jembatan Widang-Babat yang sempat ambruk beberapa waktu lalu.

Pada saat berhenti di lampu merah, tidak disarankan untuk berhenti tepat di depan kendaraan besar dengan jarak yang mepet. Pastikan pada saat berhenti di depan kendaraan besar pengemudinya melihat keberadaan kita.

Baca juga: BPTJ Tegaskan Tak Ada Toleransi Syarat Perjalanan AKAP dan AKDP

Karena biasanya pengemudi kendaraan besar ketika akan melajukan kendaraanya setelah lampu hijau, mereka hanya memastikan depan dan melihat spion kanan kiri. Kebanyakan dari mereka tidak melihat depan bawah kendaraan mereka.

Hal ini tentu saja membahayakan bagi pengendra yang tidak terlihat di depan kendaraan besar. Setidaknya risiko kecelakaan dapat dikurangi dengan menghindari blind spot kendaraan lain. Tidak hanya kendaraan besar namun juga kendaraan kecil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X