Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BPTJ Tegaskan Tak Ada Toleransi Syarat Perjalanan AKAP dan AKDP

Kompas.com - 08/07/2021, 07:42 WIB
Stanly Ravel

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B.Pramesi, menegaskan empat terminal bus tipe A yang berada di bawah pengelolannya mendukung penuh pelaksanaan PPKM Darurat. Khususnya di wilayah Jabodetabek.

Keempat terminal yang dimaksud tersebut adalah, Terminal Jatijajar Depok, Terminal Baranangsiang Bogor, Terminal Poris Plawad Tengerang, dan Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan.

Polana mengatakan, keempat terminal beroperasi tanpa ada toleransi bagi penumpang sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan nomor 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca juga: Syarat Naik Bus AKAP Selama PPKM Darurat Jawa Bali

"Saya sudah perintahkan agar pengawasan terhadap persyaratan ini diperketat, tidak boleh ada toleransi sama sekali," ujar Polana dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2021).

Menurut Polana untuk mendukung pengawasan tersebut, BPTJ juga melibatkan berbagai stakeholder seperti kepolisian ataupun aparat setempat.

Seperti diketahui, selama PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang, penumpang Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) wajib menunjukan kartu vaksin minimal dosis awal.

Tak hanya itu, penumpang juga wajib menujukan hasil negatif RT-PCR 2x24 jam sebelum perjalanan atau antigen 1x24 jam sebelum perjalanan.

Dari keempat terminal, Jatijajar dan Poris Plawad paling banyak melayani bus AKAP dan AKDP. Total ada 86 PO di Terminal Poris Plawad yang melayani AKAP dengan rute sebagian besar ke Padang dan Madura, sedangkan AKDP terdapat 3 PO yang melayani rute ke kota-kota sekitar Provinsi Banten.

Baca juga: PPKM Darurat, Pengamen dan Pedagang Asongan Dilarang Naik Bus AKAP

Sementara di Terminal Jatijajar, terdapat 48 PO AKAP dengan sebagian besar rute ke Jawa Tengah, dan 9 PO AKDP yang melayani rute ke kota-kota di provinsi Jawa Barat.

Hingga hari kedua penerapan PPKM Darurat, Polana mengklaim bila terjadi penurunan penumpang dibandingkan volume pada hari biasa. Untuk Terminal Jatijajar, selama Juni rata-rata penumpang sebanyak 513 AKAP dan 48 untuk AKDP.

"Sementara hingga hari kedua ini, jumlah keberangkatan penumpang turun menjadi rata-rata 295 penumpang AKAP dan 32 penumpang AKDP," kata Polana.

Untuk penumpang di Terminal Poris Plawad juga sama, jumlah keberangkan untuk AKAP yang biasa 500 orang di Juni menjadi 393 penumpang per hari. Untuk AKDP menjadi 9 penumpang dari sebelumnya 212 orang.

Baca juga: Curhat Pengusaha Bus AKAP yang Tak Dapat Layanan Vaksin bagi Kru

Penumpang AKAP di Terminal Baranangsiang, dari 188 penumpang per hari selama Juni, turun jadi132 per hari. Sedangkan di Terminal Pondok Cabe, hingga hari kedua sudah memberangkatkan rata-rata 20 penumpang AKAP per hari dari sebelumnya melayani rata-rata 39 penumpang per hari sepanjang Juni 2021.

"Jadi prinsipnya pelayanan transportasi yang tersedia hanya untuk yang benar-benar sangat mendesak perlu melakukan perjalanan, dengan kewajiban memenuhi persyaratan tentunya," ujar Polana.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Terkini Lainnya

Arus Balik Lebaran mulai Terlihat di Terminal Pulo Gebang

Arus Balik Lebaran mulai Terlihat di Terminal Pulo Gebang

Niaga
Diskon Tarif Tol 20 Persen di Tol Cipali Berlaku Sampai Hari Ini

Diskon Tarif Tol 20 Persen di Tol Cipali Berlaku Sampai Hari Ini

News
[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

[POPULER OTOMOTIF] Kecelakaan, Gran Max Habis Dipereteli Warga Tersisa Bodi dan Rangka | Penurunan Arus Mudik Lebaran 2025: Analisis Data dan Penyebabnya | Update Info Jalur Puncak Bogor, One Way dari

Feature
Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

Laporan Langsung Arus Balik di Tol Trans Jawa: Arus Padat One Way

News
JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

JBA Investigasi Penyebab Kebakaran 18 Mobil Lelang di Banjarmasin

News
Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

Arus Balik, One Way Arah Jakarta Berlaku dari Km 219 Tol Palimanan-Kanci

News
Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Kenali Jenis Kerusakan Ban Mobil yang Tak Bisa Lagi Ditambal

Tips N Trik
Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Gejala Kopling Mobil Manual Mulai Habis dan Harus Diganti

Tips N Trik
Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

Arus Balik Mulai Padat, Contraflow di Tol Japek Berlaku dari Km 70

News
Pebalap Indonesia Raih Waktu Tercepat di FP1 Lamborghini Super Trofeo Asia 2025 di Sydney

Pebalap Indonesia Raih Waktu Tercepat di FP1 Lamborghini Super Trofeo Asia 2025 di Sydney

Sport
Bahaya Tidur di Dalam Mobil yang Berhenti dengan Mesin Hidup

Bahaya Tidur di Dalam Mobil yang Berhenti dengan Mesin Hidup

Feature
Ini Hak Konsumen Saat Titip Parkir Kendaraan

Ini Hak Konsumen Saat Titip Parkir Kendaraan

Feature
ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2025 Bisa Disanksi

ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2025 Bisa Disanksi

News
Video Keluhan Pemilik Chery J6, Ban Pecah padahal Mobil Baru Tiga Hari

Video Keluhan Pemilik Chery J6, Ban Pecah padahal Mobil Baru Tiga Hari

News
Simak Aturan dan Fungsi Sebenarnya Bahu Jalan Tol

Simak Aturan dan Fungsi Sebenarnya Bahu Jalan Tol

News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025 di Bandara Soekarno Hatta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau