Lihat Orang Naik Motor Sambil Merokok, Jangan Ditegur

Kompas.com - 25/06/2021, 16:21 WIB
Seorang pengendara motor dihentikan polisi karena kedapatan merokok saat berkendara di kawasan Kampung Melayu, Senin (8/4/2019). KOMPAS.com/ ARDITO RAMADHANSeorang pengendara motor dihentikan polisi karena kedapatan merokok saat berkendara di kawasan Kampung Melayu, Senin (8/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.comPengendara motor di Indonesia bisa dibilang masih ada yang melanggar aturan. Salah satu pelanggaran yang sering dilanggar adalah merokok sambil berkendara.

Secara aturan, larangan merokok sambil berkendara ini tertulis pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat.

Namun, di jalanan masih saja ditemui, bahkan penumpang yang juga merokok saat dibonceng.

Lalu apa yang bisa dilakukan pengendara motor lainnya ketika melihat orang yang merokok sambil naik motor?

Baca juga: Sering Terjadi, Ini Kesalahan Saat Pasang Dongkrak

Ilustrasi seorang pengendara motor yang sedang merokok. Perilaku ini sebenarnya dilarang karena dapat membahayakan pengendara lainnya.TMC Polda Metro Jaya Ilustrasi seorang pengendara motor yang sedang merokok. Perilaku ini sebenarnya dilarang karena dapat membahayakan pengendara lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, kalau melihat ada pengendara yang merokok, jangan berada tepat di belakangnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari abu maupun bara api dari pemotor di depan.

“Kemudian, selalu tutup visor helm agar aman dalam berkendara,” kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Nmax Modifikasi, Cara Diler Yamaha Jangkau Pasar Lebih Luas

Menutup visor helm selain melindungi dari abu rokok, bisa juga terhindar dari debu dan benda-benda kecil yang beterbangan ketika berkendara. Kemudian, tidak perlu menegur pengendara yang merokok tadi.

“Sebagai pengendara, kita harus bisa beradaptasi dengan lingkungan berkendara. Karena belum tentu saat ditegur, pengendara tadi paham. Malah biasanya terjadi salah paham yang malah berujung berkelahi,” ucap Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.