Intip Fitur Unik Dua Gir Belakang di Motor Bebek Trail Lawas Honda

Kompas.com - 24/06/2021, 19:11 WIB
Motor bebek trail lawas Honda dengan fitur dual rear sprocket Dok. mc-web.jpMotor bebek trail lawas Honda dengan fitur dual rear sprocket

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda punya banyak jenis motor bebek. Salah satunya adalah motor bebek trail yang banyak disebut sebagai Trail Cub atau hunter Cub.

Pada beberapa motor bebek trail ini, Honda menyematkan fitur unik yang juga fungsional, yakni adanya dual rear sprocket. Fitur ini sudah tidak ditemukan lagi pada motor modern.

Baca juga: Honda CT125 Survival ADV, Makin Tangguh Diajak Bertualang

Jadi, pada gir belakang terdapat dua pilihan gir. Gir yang ukurannya besar untuk rasio gigi yang rendah.

Sedangkan gir yang berukuran kecil, untuk rasio gigi yang normal. Gir yang kecil berukuran 48T, sementara gir yang besar 60T.

Motor bebek trail lawas Honda dengan fitur dual rear sprocketDok. mc-web.jp Motor bebek trail lawas Honda dengan fitur dual rear sprocket

Beberapa bebek trail Honda yang memiliki fitur ini, seperti Trail 50 (C100H, C100T, CA100T), Trail 55 (C105H, C105T, CA105T), dan Trail 90 (CT200).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Motor bebek tersebut dibekali kapasitas mesin yang kecil, sehingga tenaga yang dihasilkan juga tidak besar. Transmisinya pun hanya dibekali 3-percepatan, khusus CT200 tahun 1965 memiliki 4-percepatan.

Baca juga: Sukses dengan CT125, Beredar Rumor Honda Siapkan CT150

Untuk bisa mendaki atau melewati tanjakan yang cukup terjal, dibutuhkan rasio gigi yang rendah. Sehingga, fitur ini cukup bermanfaat, meskipun penggunaannya kurang praktis.

Motor bebek trail lawas Honda dengan fitur dual rear sprocketDok. mc-web.jp Motor bebek trail lawas Honda dengan fitur dual rear sprocket

Dikutip dari mc-web.jp, Kamis (24/6/2021), cara penggantiannya dilakukan secara manual. Pin pengunci rantai dilepas terlebih dahulu, setelah itu baru gir yang besar dilepas dari dudukannya.

Lalu, gir yang besar ditumpuk menjadi sejajar dengan gir yang kecil. Dengan gir yang lebih besar, dibutuhkan sambungan rantai lagi. Barulah dikencangkan menggunakan baut.

Motor trail lawas Kawasaki C2TR atau C2SS dengan fitur dual rear sprocketDok. mc-web.jp Motor trail lawas Kawasaki C2TR atau C2SS dengan fitur dual rear sprocket

Setelah motor bebek trail tersebut laris di pasaran, di era 1960-an beberapa pabrikan mulai mengikuti motor trail dengan fitur serupa.

Salah satunya adalah Kawasaki C2TR alias C2SS yang juga memiliki dual rear sprocket. Tapi, mekanisme penggunaannya sedikit berbeda dari Honda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X