Kasus Premanisme Pengemudi Truk di Tanjung Priok gara-gara Macet

Kompas.com - 15/06/2021, 08:42 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya bersama Jajaran Melihatkan 49 orang tersangka kasus pungutan liar KOMPAS.com/DJATI WALUYOKabid Humas Polda Metro Jaya bersama Jajaran Melihatkan 49 orang tersangka kasus pungutan liar

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi beberapa waktu lalu berhasil menangkap puluhan pelaku pungutan liar (pungli) kepada pengemudi truk di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kasus kriminalitas di kawasan Tanjung Priok memang sering terjadi, seperti preman yang naik ke kabin bus dan merampas telepon genggam, dompet, dan rang-barang berharga lainnya.

Lalu, apa yang menyebabkan maraknya aksi premanisme di kawasan Tanjung Priok tersebut?

Baca juga: Lebih Terjangkau, Berikut Estimasi Harga Daihatsu Rocky 1.2L

Pengemudi truk kontainer menunggu giliran untuk melajukan kendaraanya di areaJakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021). KOMPAS.com/DJATI WALUYO Pengemudi truk kontainer menunggu giliran untuk melajukan kendaraanya di areaJakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan, kemacetan dan antrean panjang menyebabkan truk berhenti. Pada kondisi seperti inilah aksi kriminal terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sopir ini kan sendirian, dia membawa kontainer ekspor dan impor. Kalau dia didatangi preman yang beramai-ramai, habislah sopir ini,” ucap Gemilang kepada Kompas.com, Senin (14/6/2021).

Untuk penyebab kemacetannya, Gemilang mengatakan ada dua, karena depo dan pelabuhan. Depo yang ada di Tanjung Priok tidak sesuai dengan aturan, misalnya memiliki area yang sempit dan berada di lokasi yang tidak sewajarnya.

Baca juga: Lebih Murah dari Versi Turbo, Daihatsu Rocky 1.2L Sudah Bisa Dipesan

“Sekarang saja ada 41 depo, mengantre ke sana yang membuat macet jalan. Di situlah preman-preman beraksi," kata Gemilang.

Sedangkan untuk di pelabuhan, ada area panjang untuk truk yang mau melakukan bongkar muat. Proses bongkar muat ini memang lama, sehingga sopir menganggap kalau diberi uang tip, akan dilayani dengan cepat.

“Mengenai penangkapan pelaku kriminal di Tanjung Priok, rasanya belum tuntas masalahnya. Selama ini sudah sering, ditangkap, lalu dilepas lagi dan terus berulang. Kita lihat juga aksi ini sudah terorganisir,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X