Prokes Mulai Kendur, Ingat Cara Aman Berkendara di Tengah Pandemi

Kompas.com - 03/06/2021, 19:21 WIB
Hari pertama PSBB di Padang, Sumatera Barat didominasi pelanggaran pengendara yang tidak pakai masker, Rabu (22/4/2020) KOMPAS.COM/PERDANA PUTRAHari pertama PSBB di Padang, Sumatera Barat didominasi pelanggaran pengendara yang tidak pakai masker, Rabu (22/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah lebih dari satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Sebagian sudah mulai terbiasa hidup di era new normal. Tapi, sebagian lagi malah lalai.

Sebagian orang mulai kendur dalam menjaga protokol kesehatan (prokes). Padahal, kelalaian tersebut dapat membuat kita terpapar virus corona.

Meskipun vaksin sudah ditemukan dan diberikan pada sebagian orang, tapi bukan berarti seseorang tidak bisa lagi terkena virus corona. Menjaga kesehatan juga perlu dengan memperketat prokes, tak terkecuali sebelum dan setelah berkendara.

Baca juga: Daihatsu Longgarkan Waktu Produksi Sesuai Protokol Kesehatan

Sebelum berkendara, sebaiknya melakukan pengecekan suhu tubuh untuk memastikan kondisi badan fit dan sehat. Jika suhu tubuh menunjukkan 37,3 derajat atau lebih, sebaiknya tidak beraktivitas di luar rumah.

Berkendara di era new normalIstimewa Berkendara di era new normal

Periksalah kondisi sepeda motor terutama sepeda motor yang sudah lama tidak digunakan. Cek kondisi secara ringan seperti kebocoran oli, perhatikan kondisi dan tekanan ban, periksa sistem pengereman dan kopling serta lampu tetap berfungsi baik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selain mengecek kondisi motor, persiapkan riding gear sesuai standar berkendara, seperti helm, sarung tangan dan jaket berkendara. Para bikers sebaiknya membawa masker cadangan untuk antisipasi apabila masker kotor atau basah saat berkendara, sehingga saat sampai di tujuan tetap dapat beraktivitas menggunakan masker dengan sehat dan nyaman,” ujar Johannes Lucky, Manager Safety Riding AHM, dalam keterangan resminya.

Baca juga: Protokol Kesehatan, BMW Astra Pakai Kamera Pembaca Suhu Otomatis

Penting juga untuk memerhatikan riding gear yang digunakan di era new normal ini. Lucky menyarankan, hindari penggunaan helm secara bergantian dan selalu gunakan visor saat berkendara untuk mencegah benda asing masuk, serta mencegah mengusap mata saat dalam perjalanan.

Berkendara di era new normalIstimewa Berkendara di era new normal

Jika terbiasa menggunakan buff saat berkendara, sebaiknya tetap menggunakan masker terlebih dahulu. Agar kemampuan penyaringan partikel berbahaya dapat bekerja lebih baik.

Sarung tangan yang digunakan sebaiknya yang menutupi seluruh bagian tangan. Bila hanya memiliki satu sarung tangan, selalu terapkan cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan sarung tangan.

"Setelah sampai tujuan, wajib mencuci tangan dan mencuci wajah dengan sabun setelah melepas seluruh perlengkapan berkendara. Jika telah sampai rumah, segeralah mandi sebelum bertemu keluarga. Riding gear yang telah digunakan dapat disimpan di bagasi motor atau sediakan tas tersendiri," kata Lucky.

Ilustrasi berkendara di era new normalIstimewa Ilustrasi berkendara di era new normal

Lucky menambahkan, lakukan penyemprotan disinfektan ke riding gear yang telah digunakan dan sarungkan motor dengan kain pelindung saat tidak digunakan agar tidak terpapar udara secara langsung.

"Jaket berkendara dan sarung tangan yang telah digunakan sebaiknya langsung dicuci atau disemprot disinfektan, sehingga mengurangi potensi terpapar bakteri ataupun virus, terutama untuk keluarga di rumah," ujar Lucky.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X