Kompas.com - 02/06/2021, 17:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comJalan tol memang berfungsi untuk mempersingkat perjalanan orang dengan kendaraan roda empat ke atas. Jika sudah sampai tujuannya, mereka bisa melipir ke kiri, bergerak ke arah pintu keluar.

Namun sayangnya, pengemudi di Indonesia masih ada saja yang tidak mempersiapkan perjalanannya.

Misalnya dengan salah pintu keluar, tidak jarang kita lihat mobil yang diam di dekat pintu keluar, bingung harus lewat mana.

Belum lagi yang paling berbahaya, mobil dari lajur paling kanan langsung memotong ke pintu keluar karena terlewat pintunya. Tentu saja hal ini bisa membuat orang lain celaka, apalagi mobil yang tidak siap.

Baca juga: Belajar dari Kasus Mobil yang Tercebur ke Danau Toba

Elevated tol exit tol Cibatu KM 34,7 Dok. Jababeka Elevated tol exit tol Cibatu KM 34,7

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, pengemudi yang salah pintu keluar, baik yang diam, memotong lajur, atau mundur di jalan tol sangat membahayakan dirinya dan orang lain.

“Membahayakan karena yang dia lakukan adalah aturannya, bukan aturan lalu lintas. Nah kalau salah jalan, bisa berusaha berhenti kalau aman atau keluar tol kemudian masuk lagi di pintu tol selanjutnya,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kemudian soal mobil yang memotong lajur dari paling kanan ke kiri memperlihatkan kelakuan sesorang yang buru-buru dan tidak mau rugi. Belum lagi pengemudi di Indonesia yang paling malas memakai lajur kiri.

Baca juga: Daftar Mobil Bekas Rp 50 Jutaan Awal Juni 2021

“Berkendara itu di lajur kiri, karena itu lajur dengan kecepatan terendah di jalan tol, dan biasanya arah keluar ada di kiri. Sehingga ketika ragu menentukan arah tidak membahayakan kendaraan yang ada di belakangnya,” kata Sony.

Terakhir, jika memang tidak tahu wilayah, jangan dijadikan alasan untuk mengemudi semaunya. Jangan asal potong, lebih baik ikuti jalan karena jika tidak mengalami kecelakaan, bisa saja hal tersebut berdampak celaka untuk orang lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.