Kompas.com - 25/05/2021, 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comJalan Tol Trans Jawa saat ini memang menjadi jalur yang sering dilewati bus AKAP. Dengan adanya jalan tol tersebut, waktu tempuh bus AKAP juga semakin singkat.

Namun, jalan tol kerap dijadikan arena balap oleh pengemudi bus. Misalnya ada yang menyalip dari bahu jalan, memacu busnya secepat mungkin, mepet dengan bus lain atau tetap ngebut dalam kondisi hujan.

Padahal, kejadian kecelakaan bus di jalan tol juga cukup sering terjadi, mulai dari tabrak belakang sampai tergelincir.

Namun mengapa para pengemudi bus masih saja melakukan aksi seperti itu walaupun berbahaya?

Baca juga: Benarkah Motor Injeksi Tak Boleh sampai Kehabisan Bensin?

Bus AKAP PO 27 Trans JavaINSTAGRAM/27TRANS Bus AKAP PO 27 Trans Java

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, pengemudi bus yang melakukan aksi tersebut masih kurang kemampuan afektifnya, misal seperti mengkaji risiko, enggak tahu apa yang bisa terjadi dari apa yang dilakukan.

“Kemampuan atau pemahaman persepsi dan risiko pengemudi bus dari aktivitas yang dilakukan itu sangat rendah. Kenapa mereka tetap melakukannya, karena pengetahuan dan pemahaman dari apa yang dia lakukan itu tidak ada sama sekali,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Senin (24/5/2021).

Jusri mengatakan, walaupun pengemudi sudah bertahun-tahun mengemudi bus dan terampil, tapi tidak paham apa yang dilakukannya.

Hal ini dikarenakan mereka terampil karena terbiasa, bukan karena dia paham dan mengerti apa yang dilakukan.

Baca juga: ZX-25R Celaka, Nikung Sambil Tangan Nyentuh Aspal

“Dia enggak tahu kalau ban punya kemampuan yang menurun saat melintasi lintasan basah. Mereka juga enggak tahu dampak dari momentum dari kecepatan yang dilakukan,” kata Jusri.

Pengemudi terampil karena terbiasa, tapi tidak memiliki nilai-nilai kompetensi. Menurut Jusri, kompetensi itu adalah seseorang yang benar-benar memahami tentang pengetahuan, memiliki skill serta attitude atau perilaku positif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.