Masa Larangan Mudik Berakhir, Masih Ada Pengetatan Perjalanan

Kompas.com - 18/05/2021, 15:21 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono Foto: NTMC PolriKakorlantas Polri Irjen Pol Istiono
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun larangan mudik telah berakhir pada tangal 17 Mei, namun polisi masih melakukan penyekatan arus balik hingga 24 Mei 2021. Penyekatan masih dilakukan oleh kepolisian berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk memperketat fase setelah peniadaan mudik terutama bagi masyarakat yang akan kembali ke Jabodetabek setelah lebaran.

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah lonjakan persebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Syarat dan Biaya Perpanjang di SIM Keliling

Dalam operasi larangan mudik lebaran yang diberlakukan oleh pemerintah mulai tanggal 6-17 Mei 2021, tercatat sebanyak 461.206 kendaraan diputar balik oleh petugas di pos penyekatan.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Istiono menjelaskan, meskipun larangan mudik telah berakhir, polisi masih tetap melakukan pengetatan aturan dan penegakan terhadap masyarakat yang akan kembali ke Jabodetabek.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen (Pol) Istiono di KM 33 Tol Cikampek, Jawa Barat, Senin (18/5/2021).Dok Divisi Humas Polri Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen (Pol) Istiono di KM 33 Tol Cikampek, Jawa Barat, Senin (18/5/2021).

"Mulai pagi ini kita memasuki fase pengetatan pasca peniadaan mudik dari tanggal 18 sampai 24 Mei nanti. Kami tetap gelar di 109 titik swab antigen random dari Sumatera sampai Jawa," kata Istiono dalam keterangan resmi, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Kebiasaan Pengemudi Mobil Matik yang Bikin Sering Jajan Rem

Bagi masyarakat yang akan memasuki wilayah Jabodetabek tetap wajib membawa surat hasil tes negatif swab antigen atau tes PCR untuk ditunjukkan ke petugas.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir persebaran virus Covid-19 yang dapat ditularkan melalui pelaku perjalanan.

Perlu diingat dalam addendum Surat Tugas Satgas Covid-19 nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H, ada beberapa syarat perjalanan yang harus dipenuhi.

Kepolisian Resor Bogor melaporkan, ada sebanyak 43,662 jenis kendaraan yang diperiksa petugas di delapan titik pos penyekatan jalur mudik 2021 Kabupaten Bogor, Jawa Barat.KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Kepolisian Resor Bogor melaporkan, ada sebanyak 43,662 jenis kendaraan yang diperiksa petugas di delapan titik pos penyekatan jalur mudik 2021 Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Syarat perjalanan yang harus dipenihi untuk perjalanan darat selama periode 18-24 Mei sebagai berikut:

Pelaku perjalanan darat diwajibkan membawa surat negatif Covid-19 yang berlaku 24 jam untuk tes usap atau swab test PCR dan swab antigen.

Sedangkan untuk hasil tes GeNose, berlaku pada hari keberangkatan perjalanan.

Baca juga: Mitsubishi Luncurkan Pajero Final Edition, Dijual Mulai Rp 600 Jutaan

Sedangkan untuk pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi umum darat seperti bus dan travel akan dilakukan tes acak tergantung dari Satgas Covid-19 daerah.

Apabila hasil tes Covid-19 menunjukan negatif, namun terdapat gejala maka pelaku perjalanan diwajibkan untuk melakukan tes PCR dan isolasi mandiri selama menunggu hasil pemeriksaan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X