Kebiasaan Pengemudi Mobil Matik yang Bikin Sering Jajan Rem

Kompas.com - 17/05/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi piringan cakram, kaliper, dan kampas rem mobil Ilustrasi piringan cakram, kaliper, dan kampas rem mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem pengereman merupakan salah satu komponen vital pada mobil. Apalagi, pada mobil bertransmisi otomatis yang sering kali mengandalkan rem.

Untuk itu, banyak produsen mobil yang sudah menggunakan rem cakram atau disc brake agar pengereman lebih optimal. Dari segi performa, rem cakram memang dinilai lebih baik mengurangi laju kendaraan dibandingkan dengan rem tromol.

Piringan rem atau cakram juga mampu melepas panas dengan cepat. Selain itu, usia pakainya juga lebih panjang dibanding rem tromol.

Baca juga: Benarkah Panaskan Mesin Mobil Matik Posisi Tuas di P Bisa Merusak Transmisi?

Namun, bukan berarti penggunaannya bisa sembarangan. Cara berkendara yang salah dapat mempengaruhi usia pakai dari komponen tersebut.

Anjar Rosjadi, Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan, faktor utama yang menyebabkan cakram pada rem menjadi rusak adalah cara dan pola pemakaiannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.STANLY RAVEL-KOMPAS.com Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.

“Pada mobil matik bisa dibilang 100 persen mengandalkan rem untuk memperlambat dan menghentikan mobil. Kalau (perlakuan) pengemudi kasar, seperti suka melakukan rem mendadak, atau bahkan lupa menggeser kaki dari pedal rem bisa membuat lapisan piringan rem menipis,” ujar Anjar, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kebiasaan buruk tersebut tidak hanya membuat usia kampas rem cepat habis. Tapi, juga merusak lapisan cakram, sehingga lebih cepat menipis.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Mobil Matik Mogok Tidak Boleh Didorong

Kebiasaan melakukan pengereman secara mendadak juga dapat merusak permukaan pada cakram. Kondisi cakram yang panas, ditambah dengan pengereman mendadak, dapat memicu terjadinya kerusakan pada cakram tersebut.

"Biasanya, permukaan piringan menjadi tidak rata lagi. Gejala ini bisa dirasakan saat sedang melakukan pengereman tiba-tiba terasa efek seperti goyang pada pedal rem, dan laju mobil seperti tidak stabil,” kata Anjar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.