Sebelum Masuk Jakarta, Pemudik dari Sumatera Wajib Tes Antigen

Kompas.com - 15/05/2021, 08:42 WIB
Petugas memeriksa kendaraan di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Petugas memutarbalikkan kendaraan menuju Jakarta yang tidak dilengkapi surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020. ANTARA FOTO/FAUZANPetugas memeriksa kendaraan di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Petugas memutarbalikkan kendaraan menuju Jakarta yang tidak dilengkapi surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai langkah antisipasi arus balik larangan mudik Lebaran yang diprediksi pada H+3 dan H+7 (16-20/5/2021), pemerintah akan meningkatkan random testing kepada pengguna angkutan jalan kendaraan pribadi dan umum.

Pemeriksaan acak akan dilakukan baik di jalan tol, jalan arteri, sampai dengan ke jalan-jalan alternatif di pemukiman penduduk yang biasa dilalui pemudik untuk menghindari penyekatan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, antisipasi dilakukan mengingat adanya eskalasi kasus positif di hampir seluruh provinsi yang ada di Pulau Sumatera.

Baca juga: Pergerakan Arus Balik Larangan Mudik Diprediksi pada 16 Mei 2021

Menurut Wiku, Sumatera mengalami kenaikan signifikan dalam kontribusi kasus nasional Covid-19 sampai 27,22 persen, sementara Pulau Jawa turun 11,06 persen pada Mei 2021. Demikian juga pada angka kematian, Pulau Jawa turun 16,07 persen dan Pulau Sumatera naik menjadi 17,18 persen.

Pelabuhan Merak tak layani penyebrangan orang pada arus mudik tahun 2021KOMPAS.COM/RASYID RIDHO Pelabuhan Merak tak layani penyebrangan orang pada arus mudik tahun 2021

"Bisa dikatakan kasus di Pulau Jawa cenderung mengalami penurunan dalam kontribusi nasional, sebaliknya Pulau Sumatera mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir," ucap Wiku dalam konferensi pers Antisipasi Mobilitas Penduduk Pasca Idul Fitri yang ditayangkan di Youtube BNPB, Kamis (13/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena ada kenaikan eskalasi dihampir seluruh provinsi di Sumatera, Satgas meminta kepada seluruh gubernur mengambil langakah untuk mencegah," kata Wiku.

Wiku mengatakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan surat No.46/05/Tahun 2021 tentang Antisipasi Perjalanan Masyarakat pada Arus Balik Idul Fitri 2021.

Dalam surat tersebut pemerintah di Pulau Sumatera, diharuskan lebih teliti dan cermat memeriksa dokumem perjalanan yang telah diatur sesuai Surat Edaran No.13 Tahun 2021 tentang bebas Covid-19. Mulai dari hasil tes PCR, Antigen, atau GeNose pada setiap pelaku perjalanan di masa arus balik.

Baca juga: H-1 Lebaran, 431.768 Kendaraan Telah Melintas di Tol Trans-Sumatera

Petugas kepolisian memeriksa dokumen pengendara motor yang melintas dari arah Jakarta menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak di pintu Gerbang Tol Merak, Banten, Kamis (6/5/2021) dini hari. Pemeriksaan tersebut terkait larangan mudik Lebaran 2021 yang dimulai dari tanggal 6 hingga 17 Mei sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Petugas kepolisian memeriksa dokumen pengendara motor yang melintas dari arah Jakarta menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak di pintu Gerbang Tol Merak, Banten, Kamis (6/5/2021) dini hari. Pemeriksaan tersebut terkait larangan mudik Lebaran 2021 yang dimulai dari tanggal 6 hingga 17 Mei sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

"Maka siapapun pelaku perjalanan yang tidak sehat dan tidak mampu menunjukan dokumen perjalanan seperti surat hasil negatif tes Covid-19 dan surat izin perjalanan di setiap titik pengecekan, siapapun itu, tanpa terkecuali wajib putar balik. Tidak boleh melanjutkan perjalanan," ujar Wiku.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, bakal melakukan testing pada kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta dari Lampung.

Baca juga: Antisipasi Arus Balik Mudik, Polisi Siapkan Berbagai Rekayasa

Pemeriksaan akan dilakukan di Pelabuhan Bakeuheni dan diusulkan pada beberapa rest area yang ada di jalan tol sebelum kendaraan pemudik masuk ke wilayah Pelabuhan.

Petugas Satlantas Polres Cianjur, Jawa Barat, memeriksa kendaraan di check point Cepu 8, Sabtu (30/5/2020) malam yang ditenggarai mengangkut pemudik yang hendak kembali ke Jakarta.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Petugas Satlantas Polres Cianjur, Jawa Barat, memeriksa kendaraan di check point Cepu 8, Sabtu (30/5/2020) malam yang ditenggarai mengangkut pemudik yang hendak kembali ke Jakarta.

"Ini sejalan dengan Surat Edaran Satgas Covid-19 dan Peraturan Menteri Perhubungan No. 13, semua masyarakat yang akan kembali ke Jakarta akan dilakukan pengetesan menggunakan rapid test antigen. Kalau selama ini, menggunakan GeNose dan rapid test berbayar," ucap Budi.

"Jadi untuk yang dari Lampung testing antigen itu sudah mandatori, akan dilakukan di Bakauheni. Lalu ada usulan juga untuk dibeberapa rest area sebelum pelabuhan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X