Berkendara Malam Hari, Ingat Bahaya yang Mengintai

Kompas.com - 13/05/2021, 10:01 WIB
Situasi jelang Lebaran 2021 tepatnya di Jalur Raya Pantura, Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (10/5/2021) malam terlihat pemudik semakin membludak. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSituasi jelang Lebaran 2021 tepatnya di Jalur Raya Pantura, Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (10/5/2021) malam terlihat pemudik semakin membludak.

JAKARTA, KOMPAS.com – Aturan mengenai larangan mudik memang sudah diterapkan sejak tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Tujuannya tentu untuk mengurangi laju penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Namun kejadian di lapangan, masih banyak orang yang memaksa tetap mudik. Bahkan ada yang sengaja berangkat pada malam hari dengan tujuan untuk menghindari penyekatan di perbatasan daerah.

Terkait dengan melakukan perjalanan jauh, perlu diketahui kalau mengemudi di malam hari akan lebih berbahaya. Bahkan mengemudi di malam hari bisa meningkatkan risiko terlibat kecelakaan.

Baca juga: Heboh Honda Vario 160 Ternyata Kloningan, Ini Motor Aslinya

Honda BR-V dalam perjalanan 'Merapah 5 Warisan Budaya Batik'kompas.com Honda BR-V dalam perjalanan 'Merapah 5 Warisan Budaya Batik'

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ada beberapa pertimbangan mengapa mengemudi di malam hari sangat berisiko.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama dari siklus tubuh manusia yang seharusnya beristirahat di malam hari.

“Ketika dipaksakan untuk mengemudi, ada risiko berat yang harus ditanggung. Misalnya mengantuk, fisik drop, halusinasi dan lain-lain. Hal ini jadi berbahaya ketika melawan kantuk, akhirnya segala cara dilakukan, mulai dari merokok, minum energy drink, dan lainnya,” kata Sony kepada Kompas.com, Rabu (12/5/2021).

Pertimbangan kedua, mengemudi di malam hari saat gelap memang lebih tidak melelahkan. Tetapi, mata akan bekerja dengan berat dan lelah karena menghadapi sinar lampu dari arah depan.

Baca juga: PO Sinar Jaya Tambah Lagi Bus Selonjoran, Kali Ini Buatan Adiputro

“Ketiga, dari sisi keamanan, kalau mobil mengalami masalah di tengah jalan, agak sedikit menakutkan dan merepotkan jika harus meminta pertolongan,” ucap Sony.

Keempat, berkendara atau mengemudi di malam hari akan banyak bertemu pengguna jalan lain yang mengantuk. Sehingga risiko kecelakaan karena orang lain juga turut meningkat saat mengemudi di malam hari.

“Terakhir, banyak pengemudi yang berpiki kalau menyetir di malam hari akan lebih cepat sampai karena jalanan sepi. Akibatnya, lebih banyak pengguna jalan yang tancap gas saat malam,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X