Beli Kendaraan Bekas Jangan Lupa Cek Kelengkapan Surat

Kompas.com - 12/05/2021, 07:12 WIB
Pasar kendaraan bekas sepanjang 2020 meningkat dibandingkan tahun 2019, mobil bekas dan motor bekas malah diminati pada saan Pandemi. DOK. JBA INDONESIAPasar kendaraan bekas sepanjang 2020 meningkat dibandingkan tahun 2019, mobil bekas dan motor bekas malah diminati pada saan Pandemi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil atau sepeda motor bekas selalu jadi pilihan bagi sebagian masyarakat yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan dana terbatas.

Selain karena harganya lebih murah dari yang kondisi baru, kendaraan bekas bisa langsung segera dipakai seusai bertransaksi. Kelebihan ini yang belum tentu bisa dirasakan jika membeli kendaraan baru dengan masa inden.

Meski begitu, sebelum benar-benar membeli kendaraan bekas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi masalah di masa mendatang.

Baca juga: Arogansi Pengemudi Lamborghini di Kompleks Perumahan Jelang Dini Hari

Selain perlu melakukan pengecekan kondisi bodi, mesin, serta kaki-kaki kendaraan yang akan dibeli, jangan lupa untuk menanyakan kelengkapan surat-surat kepemilikan kendaraan.

Buku BPKB dan STNKKOMPAS.com/SRI LESTARI Buku BPKB dan STNK

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelengkapan surat-surat tersebut seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Pastikan dokumen tersebut ada. Dengan begitu, bisa dipastikan kendaraan bekas yang akan dibeli bukan barang hasil curian.

Pemeriksaan kelengkapan surat-surat bisa dilakukan dengan mengecek kesesuaian nomor rangka dan nomor mesin kendaraan dengan yang tertera di STNK maupun BPKB.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Mobil Matik Mogok Tidak Boleh Didorong

Selain itu, cek pula status pajak kendaraan yang akan dibeli. Hal ini untuk memastikan apakah STNK tersebut statusnya masih berlaku atau sudah diblokir.

Di beberapa daerah, pengecekan status pajak kendaraan bisa dilakukan melalui aplikasi di gawai masing-masing. Misal untuk wilayah DKI Jakarta bisa pakai aplikasi 'JAKI'. Sementara di wilayah Jawa Tengah ada aplikasi 'SAKPOLE'.

Nomor rangka Yamaha Lexi 125 Febri Ardani/KompasOtomotif Nomor rangka Yamaha Lexi 125

Jika status STNK sudah diblokir, maka pembeli harus segera melakukan proses balik nama.

Baca juga: Daftar Bengkel Resmi yang Tetap Buka di Medan, Suzuki dan Mitsubishi Libur

“Pembelinya harus segera balik nama dulu ke Samsat induk. Untuk persyaratannya meliputi cek fisik, Kartu Tanda Penduduk (KTP), STNK, BPKB asli, serta kwitansi jual belinya,” kata Herlina Ayu, Humas Bapenda DKI Jakarta saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.

Seusai balik nama di STNK, pemilik baru kendaraan tersebut harus melakukan proses balik nama pada BPKB.

Setelah STNK balik nama baru bisa update atau ganti BPKB. Tapi untuk BPKB kewenangan ada di kepolisian,” kata Herlina menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.