Menafsir Biaya Perawatan dan Perbaikan BMW Lawas

Kompas.com - 11/05/2021, 17:21 WIB
Komunitas E36 rayakan ulang tahun yang pertama. IstimewaKomunitas E36 rayakan ulang tahun yang pertama.


JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah berusia tua, mobil klasik butuh perawatan dan perhatian ekstra. Terutama bagi pemilik mobil Eropa lansiran tahun lawas, momok yang menghantui adalah komponen yang sulit di dapat dan cenderung mahal.

Setiap bulannya, para pemilik BMW klasik biasanya mengeluarkan kocek Rp 1 jutaan. Namun hal ini bisa berbeda jika keadaan mobil prima.

Gilang Budiman, pemilik showroom Karunia Panca Selaras di Blok M Mall, Jakarta Selatan mengatakan, servis mobil klasik tidak jauh berbeda dengan mobil biasa.

Namun ia mengatakan, jika sudah rusak mobil tersebut membutuhkan biaya perbaikan yang mahal.

Baca juga: Pengendara Motor Hajar Polisi Tidur, Pembonceng Mental ke Aspal

“Jika sudah rusak menghabiskan biaya yang tidak sedikit, tapi tergantung dari apa yang rusak juga. Sebagai gambaran saya pernah perbaiki Seri 5 lawas, dan itu menghabiskan dana Rp 60 jutaan. Sudah bisa beli mobilnya lagi,” kata Gilang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/5/2021).

Bila BMW klasik jarang digunakan, servis kecil biasanya dilakukan tiap tiga bulan. Sedangkan servis besar meliputi pengecekan mesin, elektrikal hingga cooling system dan tune up dilakukan setiap enam bulan sampai satu tahun sekali.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BMW 8-Series berkumpul di markas BMW.Inautonews BMW 8-Series berkumpul di markas BMW.

Menurut pengakuan Heru Kusuma Wjiaya, Ketua BMW Car Clubs Indonesia (BMWCCI) Jakarta Chapter, masalah yang sering muncul pada mobil klasik BMW itu adalah overheat, entah karena radiator, exhaust fan, water pump dan sebagiannya.

Untuk biaya servisnya pun beragam, tergantung pada kondisi mobil dan juga tipenya, namun biasanya berada direntang harga Rp 2 jutaan.

Baca juga: Lebaran Layanan Uji Kir Libur, Buka Lagi 17 Mei 2021

“Sedangkan mobil usia tua cooling system-nya juga berantakan, oleh sabab itu harus rajin diperhatikan dan servis berkala,” kata Heru.

Heru menambahkan, dalam melakukan servis rutin tersebut biasanya dilakukan bersama teman-teman komunitas.

“Sehingga pemilik mobil bisa belajar lebih jauh tentang kendaraannya dan harga servisnya juga bisa ditekan,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X