Mobil Tabrak Petugas di Pos Penyekatan, Pengemudi Bisa Kena Sanksi Ini

Kompas.com - 10/05/2021, 14:19 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Aturan larangan mudik yang berlaku 6-17 Mei 2021 mulai diramaikan sejumlah pelanggaran. Dari aksi penumpang yang naik truk atau mobil bak, hingga banyaknya kendaraan yang menerobos pos penyekatan polisi.

Paling baru, sebuah VW Beetle berwarna kuning terlihat menabrak petugas kepolisian seperti yang terekam dari video unggahan Instagram @merapi_uncover, Minggu (9/5/2021).

Terlihat bahwa Beetle tersebut awalnya diminta untuk menepi oleh beberapa anggota kepolisian. Namun ketika mobil berhenti sesaat, pengendara malah tancap gas dan menabrak petugas hingga terpental.

Baca juga: Beetle Kuning Nekat Menerobos Polisi di Prambanan, Pengemudi Masih di Bawah Umur

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Merapi Uncover (@merapi_uncover)

Beetle itu bersama pengendaranya lantas berhasil diamankan. Rupanya sopir mobil tersebut masih berumur 16 tahun alias pengemudi di bawah umur.

Menanggapi kejadian tersebut, Pemerhati Masalah Transportasi Budiyanto, mengatakan, pemeriksaan merupakan salah satu kewenangan dari petugas Polri sesuai Pasal 264 Undang-Undang No 22 tahun 2009.

“Untuk melaksanakan pemeriksaan, petugas berwenang untuk mengehentikan kendaraan bermotor, meminta keterangan kepada pengemudi, dan melaksanakan tindakan lain menurut hukum secara bertanggung jawab,” ucap Budiyanto, dalam keterangan tertulis (10/5/2021).

Baca juga: Akhir Emosional Produksi Mobil Rakyat VW Beetle

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Merapi Uncover (@merapi_uncover)

Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya itu juga mengatakan, apabila ada petugas yang melakukan pemeriksaan, pengguna kendaraan wajib mematuhi perintah petugas.

“Kalau ada pengguna jalan yang tidak mematuhi perintah petugas bahkan menabrak petugas dapat dikenakan pasal berlapis,” ujar Budiyanto.

“Baik pelanggaran lalu lintas (Pasal 282 UU No 22/2009) dan dikenakan sanksi pidana kecelakaan lalu lintas atau bahkan pidana umum tergantung pada modus operandi dan akibat yang ditimbulkan,” kata dia.

Baca juga: Bolehkah Warga Jakarta ke Bodetabek atau Sebaliknya Saat Lebaran?

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Merapi Uncover (@merapi_uncover)

Budiyanto menambahkan, dalam Pasal 310 UU No 22 th 2009 misalnya, jika mengakibatkan luka berat dapat dikenakan ayat (3), yaitu dipidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10.000.000.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.