Akal-akalan Pemudik, Melakukan Perjalanan di Malam Hari

Kompas.com - 10/05/2021, 13:35 WIB
Petugas Kepolisian menghalau pemudik motor yang melawan arus untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHPetugas Kepolisian menghalau pemudik motor yang melawan arus untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah secara resmi telah memberlakukan larangan mudik sejak 6 hingga 17 Mei 2021, hal ini dilakukan guna menekan penyebaran virus Covid-19.

Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang bandel dan tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk tidak melakukan mudik ke kampung halaman.

Hal ini terbukti dengan penerobosan yang dilakukan beberapa pemudik di titik penyekatan yang sudah dijaga ketat oleh petugas kepolisian.

Baca juga: Catat Ini Waktu Dispensasi Bayar Pajak Kendaraan

Salah satunya adalah di titik penyekatan di pos penyekatan Polsek Weru Polresta, Cirebon Minggu (9/5/2021) dini hari.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengaku mendapat laporan terkait peningkatan volume kendaraan dari arah Jakarta, utamanya pengendara roda dua. Sehingga, pihaknya melakukan penyekatan di Weru dengan menambah personel.

“Kita stay di sini. Dari pukul 22.00 WIB hingga saat ini (Senin dini hari) sebanyak 3.000 pengendara roda dua kita putar balik. Kemudian, sekitar 200 pengemudi roda empat kita putar balik,” kata Syadudi dikutip dari keterangan resmi, Senin (10/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat akan melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang.

“Prediksi peningkatan arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Jateng itu akan terjadi hingga H-1. Sehingga kita fokus di dua titik agar efektif dan efisien,” tambahnya.

Pada pukul 00.00 WIB, Senin (10/5/2021), petugas di pos Weru mengubah pola penyekatan. Tujuannya untuk mengantisipasi terjangan rombongan pemudik.

“Kita mengacu seperti yang di Bekasi dan Karawang, di mana jumlah personel yang melakukan penyekatan tak sebanding,” kata dia.

Tidak hanya wilayah Bodetabek, peningkatan kendaraan pada malam hari juga terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

Baca juga: Rapor Pencapaian Daihatsu di Awal Kuartal II 2021

“Kebanyakan kenderaan diputar balik pada malam hari. Karena banyak pemudik yang memilih jalan malam. Kalau hari ini sudah kita putar balik 29 kendaraan,” kata Kepala Pos Jaga Penyekatan Meranti Ipda Wanter Simanungkalit.

Wanter menambahkan, modus yang dilakukan pemudik pun beragam. Salah satu modus yang dilakukan oleh pemudik adalah menggunakan mobil berstiker “bus khusus paket” yang ternyata berisi para pemudik.

“Ini modus baru untuk mengelabui petugas di pos penyekatan terdapat bus bertulis mobil paket namun saat diperiksa tidak ada paket melainkan penumpang. Jadi langsung kita suruh putar balik,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.