Berkaca dari Kasus VW Bettle, Diperiksa Polisi Pengemudi Wajib Berhenti

Kompas.com - 10/05/2021, 13:41 WIB
Pengendara mobil VW kuning menolak berhenti dan menabrak polisi hingga melarikan diri. Foto tangkap layar videoPengendara mobil VW kuning menolak berhenti dan menabrak polisi hingga melarikan diri.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengemudi VW Beetle berwarna kuning kabur saat diberhentikan oleh petugas di pos penyekatan mudik di Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (9/5/2021).

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram Merapi Uncover, pengendara mobil diminta untuk menepi. Awalnya mengikuti arahan, tapi saat mau diperiksa pengemudi mobil tancap gas.

Baca juga: Rapor Pencapaian Daihatsu di Awal Kuartal II 2021

Razia mobil di Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Razia mobil di Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).

Setelah berhasil diamankan oleh petugas, pengemudi VW kuning berpelat B itu ternyata masih berumur 16 tahun, alias di bawah umur.

Berkaca pada kejadian tersebut, pemerhati masalah transportasi, Budiyanto, mengatakan pemeriksaan kendaraan di jalan raya merupakan kewenangan kepolisian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 264.

Dalam pasal itu menyebutkan, petugas melaksanakan pemeriksaan, menghentikan kendaraan bermotor, meminta keterangan kepada pengemudi dan melaksanakan tindakan lain menurut hukum.

Baca juga: Begini Teknik Melakukan Pengereman Motor Matik yang Benar

Foto: Polisi Lalu Lintas dan Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar menggagalkan operasi Taksi Gelap di Jalan Sisingamangaraja lokasi Eks Terminal Sukadame, Perluasan Kecamatan Siantar Utara, Jumat (7/5/2021).KOMPAS.COM/TEGUH PRIBADI Foto: Polisi Lalu Lintas dan Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar menggagalkan operasi Taksi Gelap di Jalan Sisingamangaraja lokasi Eks Terminal Sukadame, Perluasan Kecamatan Siantar Utara, Jumat (7/5/2021).

"Pengguna jalan pada saat ada pemeriksaan oleh petugas yang berwenang, dan saat diberhentikan oleh petugas, hukumnya wajib untuk mematuhi perintah petugas," kata Budiyanto dalam rilis resmi, Senin (10/5/2021).

Budiyanto mengatakan, pengguna jalan yang tidak mematuhi perintah petugas dapat dikenakan pasal 282 UU No 22 tahun 2009.

Adapun jika sampai menabrak petugas dapat dikenakan pasal berlapis baik pasal 282 UU No 22 tahun 2009 dan sanksi pidana kecelakaan lalu lintas atau pidana umum tergantung pada modus operandi dan akibat yang ditimbulkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X