H-5 Lebaran, 245.496 Unit Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Kompas.com - 10/05/2021, 03:32 WIB
pantauan lalu lintas di jalan tol DOC DITJEN PERHUBUNGAN DARATpantauan lalu lintas di jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sedikitnya terdapat 245.496 kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jabotabek melalui tol menuju arah Timur, Barat, dan Selatan, selama larangan mudik hingga H-5 lebaran atau Kamis-Sabtu (6-8 Mei 2021).

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru, mengatakan bahwa angka ini turun 45,5 persen dari lalu lintas (lalin) normal sebesar 450.117 unit kendaraan.

"Untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 34,5 persen menuju arah Timur, 37,7 persen menuju arah Barat dan 27,8 persen menuju arah Selatan," katanya, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Mengenal Istilah Gurah Mesin pada Mobil

Penyekatan Pekalongan Penyekatan Pekalongan

Secara rinci, Dwimawan menyebut bahwa kendaraan yang menuju arah Timur melalui dua ruas tol yaitu Gerbang Tol Jakarta-Cikampek dan GT Kalihurip Utama.

Totalnya, arus lalin turun 57,9 persen dari lalin normal yaitu 201,128 kendaraan menjadi 84.697 kendaraan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masing-masing, mengalami penurunan volume kendaraan sebesar 56 persen dari lalu lalin normal (43.505 kendaraan dari 98.976 kendaraan) pada GT Jakarta-Cikampek dan turun 59,7 persen dari 102.152 unit jadi 41.192 kendaraan di GT Kalihurip Utama.

Kemudian untuk arus lalin menuju arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak ialah sebesar 92.594 kendaraan, turun 35,1 persen dari lalin normal 142.566 kendaraan.

Adapun jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju Selatan melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi turun 35,9 persen, yaitu dari 106.423 kendaraan menjadi 68.205 kendaraan.

Baca juga: Ingat Lagi, Syarat Keluar Masuk Jabodetabek buat Transportasi Darat

Arus lalu lintas di Jalan Raya Pajajaran arah Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan imbas diberlakukannya sistem ganjil genap di seputar Istana Kepresidenan Bogor atau jalur sistem satu arah (SSA), Sabtu (1/5/2021).KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Arus lalu lintas di Jalan Raya Pajajaran arah Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami kepadatan imbas diberlakukannya sistem ganjil genap di seputar Istana Kepresidenan Bogor atau jalur sistem satu arah (SSA), Sabtu (1/5/2021).

Heru melanjutkan, sepanjang periode peniadaan mudik Idul Fitri 1442 H tanggal 6-17 Mei 2021, Jasa Marga mengimbau pada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kategori dikecualikan untuk selalu membawa surat perjalanan.

Kategori dikecualikan ini sendiri seperti kendaraan pelayanan distribusi logistik, keperluan kerja/dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka keluarga, ibu hamil (didampingi 1 anggota keluarga), serta kepentingan persalinan.

"Diimbau untuk dapat melengkapi dokumen persyaratan antara lain Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan hasil negatif tes RT-PCR maks 3x24 jam/hasil negatif ts Rapid Antigen maks 2x24 jam/hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X