Lawan Ducati, Kekuatan Yamaha Ada di Kemampuan Menikung

Kompas.com - 10/05/2021, 08:22 WIB
Fabio Quartararo saat sesi kualifikasi pada MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP) PIERRE-PHILIPPE MARCOUFabio Quartararo saat sesi kualifikasi pada MotoGP Spanyol 2021. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat seri MotoGP 2021 sudah berlalu dan tiga di antaranya dimenangkan oleh Yamaha. Namun, saat ini pebalap Ducati, Francesco Bagnaia, yang becokol  di puncak klasemen sementara.

Yamaha hampir meraih empat kemenangan jika Fabio Quartararo tidak mengalami cedera arm pump. YZR-M1 pun disebut sebagai motor terbaik saat ini.

Namun, yang tercepat tidak selalu jadi yang terbaik. Musim 2020 mengajarkan bahwa yang paling sedikit melakukan kesalahan, bukan yang tercepat, yang bisa menjadi juara dunia, seperti yang ditunjukkan oleh Joan Mir.

Baca juga: Quartararo Operasi Arm Pump Lagi, Siap Tampil di Le Mans

Musim ini, Yamaha tampil cukup baik dan tanpa masalah teknis. Namun, dari enam besar pebalap di klasemen sementara, tiga di antaranya diisi oleh Ducati. Johann Zarco di peringkat kelima dan Jack Miller di peringkat keenam.

Fabio QuartararoFoto: Twitter Fabio Quartararo @FabioQ20 / @gambutiphoto Fabio Quartararo

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari empat seri yang sudah berjalan, tidak diragukan lagi bahwa Ducati adalah motor tercepat. Sementara Yamaha, motor yang paling bersahabat di semua trek.

Ramon Forcada, Kepala Mekanik di tim Franco Morbidelli, mengatakan, saat ini motor yang paling cepat melewati tikungan adalah motor Yamaha milik Quartararo.

"Menikungan tidak sepenuhnya tergantung pada ban. Masalah berkendara itu rumit, khususnya tanpa data. Motor tanpa tenaga yang besar dan tanpa akselerasi yang baik, selalu lebih baik di trek yang bersih," ujar Forcada, dalam unggahannya di Twitter, dikutip dari GPone.com, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Quartararo Mengecewakan, tapi Performa Motor Memuaskan

Forcada menambahkan, jika pebalap tersebut mengorbankan jalurnya, akan sulit baginya untuk mengejarnya lagi saat keluar tikungan.

Maksud dari pernyataan tersebut adalah Yamaha akan lebih baik jika bisa start dari barisan terdepan dan menentukan sendiri jalur balapnya. Jadi, tidak terganggu dengan pebalap yang tidak memiliki kecepatan tikungan yang baik, tapi dengan pebalap yang sulit disalip karena memiliki akselerasi yang lebih baik.

Fabio Quartararo Foto: Twitter Fabio Quartararo Fabio Quartararo

Persaingan di MotoGP sekarang ini diyakini lebih esensial pada sesi kualifikasi. Dengan posisi start semakin di depan, maka kesempatan menang semakin besar.

Selain itu, perkembangan motor yang semakin aerodinamis, rem dan ban yang mengizinkan pebalap untuk melakukan late braking, membuat pebalap lain kesulitan untuk menyalip.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.