Numpang Truk Sayur, Tujuh Pemudik Ini Dipaksa Putar Balik

Kompas.com - 06/05/2021, 15:36 WIB

a. rasio Kendaraan Bermotor untuk angkutan orang, kondisi geografis, dan prasarana jalan di provinsi/kabupaten/kota belum memadai;

?b. untuk pengerahan atau pelatihan Tentara Nasional Indonesia dan/atau Kepolisian Negara Republik Indonesia; atau

?c. kepentingan lain berdasarkan pertimbangan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau Pemerintah Daerah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro)

Sudah jelas bahwa truk yang mengangkut pemudik tidak dibenarkan dan akan diberi sanksi jika nekat melanggar aturan tersebut.

Sesuai dengan pasal 303 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, orang yang mengemudikan mobil barang untuk mengangkut orang kecuali dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137 ayat (4) huruf a, huruf b, dan huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Baca juga: Demi Penumpang, PO Sinar Jaya Rekondisi 16 Unit Bus di Laksana

Sementara itu, Training Director Safety Defensive Consultant Sonny Susmana mengatakan, setidaknya ada dua poin yang bisa dipelajari dari kejadian tersebut.

“Pertama, safety is healthy. Artinya imbauan pemerintah untuk tidak mudik adalah demi keselamatan dan kesehatan seluruh keluarga, tujuannya agar virus tidak menyebar,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Kamis (6/5/2021).

Kedua, Sony mengingatkan perjalanan harus dilakukan secara resmi. Artinya memenuhi syarat aman dan sehat dan juga tidak sembunyi-sembunyi yang justru dapat berujung bahaya.

“Memaksakan perjalanan dengan cara yang tidak aman seperti duduk tidak pakai safety belt (di bak truk), berarti bersangkutan memposisikan dirinya dalam kondisi berbahaya,” kata dia.

Sony mengingatkan bahwa kendaraan bergerak dinamis, sehingga harus memenuhi standar yang benar agar aman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.