Demi Penumpang, PO Sinar Jaya Rekondisi 16 Unit Bus di Laksana

Kompas.com - 06/05/2021, 13:41 WIB
Bus AKAP baru PO Sinar Jaya DOK. LAKSANABUSBus AKAP baru PO Sinar Jaya

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya memang belum lama ini merilis enam bus baru dengan kelas layanan suites class. Selain enam bus baru, ada 16 bus lainnya yang sedang dikerjakan di karoseri Laksana.

Bus yang sedang dikerjakan ini tidak sepenuhnya baru, alias hanya mengganti bodinya saja dengan yang baru alias rebodi.

Jadi PO Sinar Jaya membawa sasis bus yang lama, lalu dibawa ke karoseri Laksana untuk dipasangkan bodi baru.

Export Manager karoseri Laksana Werry Yulianto mengatakan, PO Sinar Jaya hanya membawa sasis utuh dan minta dipasangkan bodi baru, yakni Legacy SR2 HD Prime.

Baca juga: Ingat, Usai Lebaran Polisi Juga Sekat Kendaraan yang Masuk Jakarta

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KoranSinar (@koransinar)

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

“Sasisnya memakai Hino RG, jadi cuma rebodi saja. Dari 16 unit, masih bertahap pengirimannya, beberapa masih ada di karoseri,” ucap Werry kepada Kompas.com, Kamis (6/5/2021).

Untuk kabinnya, diisi dengan 32 bangku yang sudah dilengkapi armrest dan leg rest. Uniknya, bangku milik PO Sinar Jaya ini khas, menggunakan kombinasi kulit sintetis dan fabric di bagian tengahnya.

Selain itu, fasilitas AC dan toilet juga sudah disediakan pada bus baru ini. Berbicara soal sasisnya, Hino RG memang model lama namun terkenal akan kenyamanan dan kecepatannya.

Baca juga: Kejar-kejaran di Jalan Tol, Dua Mobil Ini Nyaris Dihantam Trailer

Anggota Forum Bismania Indonesia Dimas Raditya mengatakan, bus dengan sasis Hino RG memang memiliki tarikan yang lumayan kencang, serta kecepatan puncak yang cukup tinggi.

Top speed-nya cukup lumayan untuk zamannya, kecepatannya bisa dapat di atas 100 kpj,” ucap Dimas kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Selain kecepatan di trek lurus yang tinggi, Hino RG juga memiliki bantingan suspensi yang nyaman, padahal masih mengandalkan per daun.

Malah kenyamanannya hampir menyamai saingannya di saat itu yakni Mercedes Benz OH 1521 atau Kuler.

“Kenyamanannya disebabkan oleh per daunnya yang panjang,” kata Dimas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X