Jelang Lebaran, Ini Cara Jitu Pilih Mobil Bekas yang Pas

Kompas.com - 29/04/2021, 15:01 WIB
Lapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua. KOMPAS.COM/STANLY RAVELLapak Mobil tawarkan jasa titip jual mobil bekas di WTC Mangga Dua.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar mobil bekas masih menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan roda empat dengan harga terjangkau dan cepat. Terkhusus, ketika menjelang momen tertentu seperti lebaran.

Tetapi, sebagaimana semua pilihan pasti memiliki nilai positif yang tentu diikuti dengan negatifnya. Sehingga perlu pertimbangan dan perhitungan matang sebelum menggarasikan suatu kendaraan bermotor.

Berbincang bersama Kompas.com, Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mencoba menjabarkan plus-minus ketika membeli mobil bekas.

Baca juga: Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas di Jawa Tengah Menurun

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

"Jika dibandingkan dengan mobil baru, dari segi nilai mobil bekas pasti di bawahnya meski model dan tipe sama. Namun, ini bisa menguntungkan ketika mobil yang kita beli belum berubah modelnya (facelift atau all-new)," katanya belum lama ini.

"Jadi kita bisa mejeng dengan model sama (usia produksi 2-3 tahun) dan belinya lebih murah dibandingkan yang baru," lanjut Fischer.

Berbicara keuntungan membeli mobil bekas, ia mengaku depresiasi atas mobil bekas lebih kecil dibandingkan dengan mobil baru. Bahkan pada model tertentu banderolannya bisa saja stagnan.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada risiko saat menggarasikan mobil bekas. Sebab, bagaimana pun jenis kendaraan terkait sebelumnya sudah pernah digunakan orang lain yang karakternya berbeda-beda.

Baca juga: Cara Mudah Jual Mobil di Tengah Pandemi

Ilustrasi pengecekan atau inspeksi mobil bekas Pilihan Expert di Seva.id melalui video call. (DOK. SHUTTERSTOCK) Ilustrasi pengecekan atau inspeksi mobil bekas Pilihan Expert di Seva.id melalui video call.

"Mobkas pasti ada risikonya karena bekas pakai orang lain. Risiko umum yang paling besar ialah pada pada kualitas mobil sehingga harus cerdas saat akan membelinya. Kalau salah pilih, mobil nantinya kebanyakan ada di bengkel dibanding dipakai," ujar Fischer.

Selain itu, lanjut dia, risiko lain yang kerap muncul ialah kenyataan bila mobil tersebut ternyata hasil curian atau tersangkut kasus pidana lain.

Jadi, para pembeli patut mempertimbangkan soal memilih diler atau pedagang mobil bekas. Jangan dijadikan harga murah sebagai alasan utama dan menghindari mobkas karena takut satu-dua hal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X