Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas di Jawa Tengah Menurun

Kompas.com - 29/04/2021, 06:39 WIB
Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan Kompas.com/DioBursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan

SOLO, KOMPAS.com - Menjelang Lebaran Idul Fitri 2021 penjualan mobil bekas di Jawa Tengah menurun. Kondisi ini tentu saja ada berbagai faktor yang mempengaruhi, salah satunya karena pandemi Covid-19 masih terjadi.

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan peraturan tentang insentif Pajak Penjualan atas Baranga Mewah (PPnBM) yang berlaku untuk mobil baru. Pemberian insentif diberikan kepada mobil baru dengan kubikasi mesin sampai dengan 1.500 cc.

Baca juga: Biar Tidak Kena Tipu, Begini Cara Deteksi Mobil Bekas Kecelakaan

Pada awal April 2021, pemerintah juga memperluaas aturan insentif pajak untuk mobil baru dengan kubikasi mesin sampai dengan 2.500 cc. Hal ini dimaksudkan untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian Indonesia terutama di bidang otomotif.

Potret bursa mobil bekas di Carmudi Carsentro Solo BaruRizen Panji Potret bursa mobil bekas di Carmudi Carsentro Solo Baru

Kevin Septian, yang merupakan pebisnis mobil bekas di bursa mobil bekas Giant Semarang, Jawa Tengah mengaku penjualan mobil bekas menjelang lebaran tahun ini menurun.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Punya Uang Rp 180 Juta, Lebih Baik Beli Alphard Bekas atau Avanza Baru?

"Kalau penjualannya disini menurun dari tahun lalu, efek pandemi juga malah banyak yang jual mobil daripada beli mobil bekas," kata Kevin kepada Kompas.com, Rabu (28/4/2021).

Kevin menjelaskan, untuk saat ini dia hanya menjual mobil bekas dengan tipe MPV san SUV. Menurutnya kedua jenis mobil tersebut masih banyak diminati oleh konsumen.

Penurunan penjualan mobil bekas selain efek pandemi juga adanya tambahan insentif pajak yang diberikan pemerintah untuk mobil baru.

Baca juga: Bocoran Mesin 1.200 cc Toyota Raize, Tenaga dan Torsi Lebih Besar

"Dikarenakan ada diskon pajak dari pemerintah untuk mobil baru, banyak yang jual mobil lama mereka untuk tambahan modal membeli mobil baru," ucap Kevin.

Potret bursa mobil bekas di Carmudi Carsentro Solo BaruDony Lesmana Potret bursa mobil bekas di Carmudi Carsentro Solo Baru

Hal serupa juga terjadi di pasar mobil bekas di Solo. Penurunan penjualan juga dirasakan oleh Farhan, salah satu penjual mobil bekas di bursa mobil bekas Car Solution Solo, Jawa Tengah.

"Penjualan agak menurun Ramadhan ini, tahun lalu juga lebih parah lagi. Kan Ramadhan tahun lalu itu masa awal-awal covid-19 di Indonesia," kata Farhan.

Baca juga: Larangan Keras Marc Marquez Sebelum MotoGP Spanyol 2021

Kebijakan yang diberikan oleh pemerintah pada saat ini memang meningkatkan penjulan mobil baru di Indonesia, namun bagi para penjual mobil bekas harus bersabar terlebih dahulu dikarenakan penjualannya menurun.

Beragam pilihan mobil dari berbagai tahun tersedia di bursa mobil bekasKompas.com/Dio Beragam pilihan mobil dari berbagai tahun tersedia di bursa mobil bekas

Para penjual mobil bekas baik di Semarang maupun di Solo, Jawa Tengah berharap, kedepannya penjualan mobil bekas bisa kembali normal seperti semula.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X