Kompas.com - 26/04/2021, 12:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski terkesan lamban, namun semakin hari era elektrifikasi semakin nyata. Sejak didorong pemerintah, saat ini mulai marak industri otomotif yang berani menjajakan mobil listrik.

Bahkan, beberapa pabrikan juga sudah menyatakan diri siap memproduksi kendaraan elektrifikasi. Salah satunya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang bakal memulainya di 2022.

Namun demikian, secara tak langsung Toyota mengakui bila memasukan era elektrifikasi merupakan hal yang cukup menantang. Apalagi dengan kondisi ekosistem yang belum terbentuk.

Baca juga: Toyota Buka Keran SPK Raize Setelah Resmi Meluncur

"Masalah elektrifikasi ke depan itu adalah bagaimana menciptakan permintaan, dan create demand itu menyangkut masalah bagaimana edukasi untuk konsumen dan bagaimana membangun ekosistem mobil listrik," ucap Bob Azzam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT TMMIN, belum lama ini.

5 mobil Toyota yang dilengkapi teknologi hybrid terkiniTAM 5 mobil Toyota yang dilengkapi teknologi hybrid terkini

Lebih lanjut Bob menjelaskan, mobil listrik memiliki ekosistem yang berbeda dengan mobil konvensional. Masalah ekosistem juga bukan hanya terkiat charging station saja, tapi infrastruktur lainnya seperti masalah pembiayaan dan lainnya.

Dari segi industri, Bob mengatakan Toyota juga memperhatikan soal bagaimana kesiapan dari rantai pemasok atau supply chain yang dimiliki. Tapi yang paling penting, dari sisi sumber daya manusia (SDM).

"Selain mempersiapkan supply chain menghadapi elektrifikasi, SDM juga penting. Kita sudah punya nikel, tapi kalau hanya sumber daya alam saja tidak cukup, harus diimbangi dengan kualitas SDM," ujar Bob.

Baca juga: Era Elektrifikasi, Indonesia Fokus Kembangkan Bus dan Motor Listrik

Teknologi mesin hybrid ToyotaOtomania/Setyo Adi Teknologi mesin hybrid Toyota

"Kita sudah banyak pelajaran, kalau hanya mengandalkan sumber daya alam kita kurang optimal memanfaatkan transformasi industri otomotif, jadi SDM harus benar-benar disiapkan," kata dia.

Terkait soal penyiapan SDM, menurut Bob tak hanya dari sisi industri atau produksi saja, namun menyangkut rantai panjang mulai dari hulu hingga hilir.

Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena menyangkut semua aspek yang pastinya akan berbeda dengan konvensional. Mulai dari tenaga penjualan, teknisi, sistem finansial, asuransinya, aftermarket, sampai supply chain.

Baca juga: Bedah DFSK Gelora E, Mobil Niaga Pertama dengan Tenaga Listrik

"Dengan itu, menurut saya Toyota tidak bisa bekerja sendiri, harus kerja sama dengan pemerintah termasuk juga dengan brand-brand otomotif lain," ucap Bob.

Toyota Hybrid Toyota Hybrid

"Jadi untuk elektrifikasi kita singkirkanlah persaingan, harus kerja sama untuk menciptakan demand karena memang sangat kecil sementara tantangannya besar," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.