Bedah DFSK Gelora E, Mobil Niaga Pertama dengan Tenaga Listrik

Kompas.com - 20/04/2021, 14:31 WIB
DFSK Gelora E IIMS Hybrid 2021 KOMPAS.COM/STANLY RAVELDFSK Gelora E IIMS Hybrid 2021

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah lama tak ada kepastian, akhirnya DFSK secara resmi membuka keran pemesanan Gelora E di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021.

Kendaraan komersial ringan dengan tenaga listrik berbasis baterai pertama yang dipasarkan di Indonesia itu, kini telah siap digunakan sebagai armada ramah lingkungan bagi segala sektor usaha. Mulai dari transportasi, logistrik, pariwisata, dan lainnya.

Seperti diketahui, sebagai kendaran niaga ringan, Gelora E memiliki panjang 4.500 mm, lebar 1.680 mm, dan tinggi 2.000 mm yang diklaim mampu memberikan ruang ekstra lapang. Pengusaha yang tertarik bisa memilih dua varian yang ditawarkan, yakni blind van dan minibus.

Baca juga: Seberapa Hemat Penggunaan Mobil Listrik Dibanding Mesin Bensin?

Varian blind van memiliki kabin seluas 2,63 meter yang bisa diandalkan untuk kebutuhan logistik atau angkutan barang lainnya. Sementara untuk minibus, hadir dengan kapasitas tujuh penumpang dan bisa dijadikan sebagai kendaraan travel, shuttel, atau antar jemput karyawan.

DFSK mulai buka pemesanan untuk mobil listrik Gelora EKompas.com/Donny DFSK mulai buka pemesanan untuk mobil listrik Gelora E

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Achmad Rofiqi, PR & Media Manager PT Sokonindo mengatakan, DFSK menawarkan sebuah solusi mobilitas yang hemat energi dan ramah lingkungan melalui Gelora E yang hadir dengan teknologi kendaraan masa depan.

"Ini menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh DFSK Gelora E berkat teknologi listrik dan menjadi satu-satunya saat ini di segmen kendaraan komersial ringan di Indonesia," kata Achmad dalam keterangan resminya, Senin (19/4/2021).

Dari sisi spesifikasi, Gelora E yang masuk dalam kendaraan listrik murni dibekali catu daya Lihtium-ion dengan kapasitas 42 kWH.

Menggunakan electric Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM), tenaga di atas kertas mencapai 60 kWh pada 9.000 rpm, atau bila dikonversi sekitar 80,46 tk dan torsi yang cukup bagi sebuah kendaraan niaga ringan, yakni 200 Nm.

Baca juga: Komparasi Mobil Listrik MG ZS EV dan Hyundai Kona Electric

Tenaga tersebut disalurkan ke roda penggerak belakang yang memang cukup banyak diadopsi mobil niaga. Pemilihan PMSM sendiri juga memiliki alasan, yakni efisien, mengasilkan torsi yang besar, serta minim power loss.

DFSK mulai buka pemesanan untuk mobil listrik Gelora EKompas.com/Donny DFSK mulai buka pemesanan untuk mobil listrik Gelora E

Dengan kondisi baterai tersisi penuh, Gelora mampu menjelajah sejauh 300 km. Sementara untuk durasi pengisian baterai tak membutuhkan waktu lama lantaran ditunjang koneksi fast charging. Untuk meraih 20-80 persen pengisian baterai, hanya butuh waktu kurang dari dua jam, tepatnya 80 menit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.