Mudik Naik Bus, Siap-siap Ada Random Check Rapid Test Antigen

Kompas.com - 22/04/2021, 15:21 WIB
Suasana Terminal Bus Patria Blitar di Jalan Kenari, Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (20/4/2021) KOMPAS.COM/ASIP HASANISuasana Terminal Bus Patria Blitar di Jalan Kenari, Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (20/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah resmi melarang aktivitas mudik lebaran 2021. Hal ini ditujukan agar penyebaran Covid-19 tidak meluas karena melihat fenomona libur panjang yang malah meningkatkan angka kasus.

Periode pelarangan mudik ini berlaku dari tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Pada periode tersebut, semua moda transportasi baik darat, laut, udara dan kereta dilarang untuk beroperasi.

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, tidak ada penyekatan arus mudik sebelum tanggal 6 Mei 2021. Ini berarti aktivitas mudik dibolehkan sebelum tanggal larangan tersebut diberlakukan.

Baca juga: Tabrakan Beruntun Terjadi Lagi, Ingat Bahaya Berkendara di Lajur Kanan

Dokumentasi: Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari dan Kasatlantas AKP Nuraini Rosyidah meminta penumpang yang baru turun dari bus luar kota untuk menjalani tes swab di Terminal Bus Kota Tegal, Jawa Tengah, 18 Februari 2021 laluKOMPAS.com/Tresno Setiadi Dokumentasi: Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari dan Kasatlantas AKP Nuraini Rosyidah meminta penumpang yang baru turun dari bus luar kota untuk menjalani tes swab di Terminal Bus Kota Tegal, Jawa Tengah, 18 Februari 2021 lalu

Namun bukan berarti bepergian sebelum dan sesudah larangan mudik itu tanpa adanya pengawasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satuan Tugas penanganan Covid-19 mengumumkan addendum atau tambahan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Latar belakang dari adanya tambahan ini karena berdasarkan hasil survei Pasca Penetapan Peniadaan Mudik oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan RI, ditemukan masih ada sekelompok masyarakat yang hendak mudik pada rentang waktu H-7 dan H+7 pemberlakuan Peraturan Peniadaan Mudik Idul Fitri.

Baca juga: Video Viral Emak-emak Naik Motor Nekat Masuk Tol, Bisa Tap Kartu

Maksud dari addendum Surat Edaran ini untuk mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

Ada beberapa ketentuan yang ditambahkan, misalnya pada poin Protokol angka 13 huruf f dikatakan, pelaku perjalanan dengan transportasi umum darat, akan dilakukan tes acak rapid test antigen atau tes GeNose C19 bila diperlukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Daerah.

Kemudian pada huruf h, dijelaskan pelaku perjalanan diimbau mengisi e-HAC Indonesia baik yang menggunakan transportasi darat umum maupun pribadi. Addendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 22 April – 5 Mei 2021 dan 18 – 24 Mei 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X