Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/04/2021, 13:21 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 139.111 unit Xpander di Indonesia produksi 2017-2019 terkena dampak recall akibat masalah pompa bensin alias fuel pump.

Hal itu disampaikan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MKKSI) pada Juni tahun lalu.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan, masalah pada pompa bensin yang berada di dalam tangki Xpander disebabkan oleh impeller (baling-baling) di dalam pompa bensin bisa memuai dan berubah bentuk.

Baca juga: Pembuktian Efisiensi Bahan Bakar DFSK Super Cab di Jalan Raya

Hal ini menyebabkan benda tersebut bergesekan dengan bagian di sekitarnya, hingga menyebabkan bergenti berputar. Kondisi ini secara langsung menyebabkan mesin mati mendadak atau tidak bisa dihidupkan.

Terkait hal tersebut, MKKSI sudah mengumumkan melakukan kampanye perbaikan sejak Juni 2020.

Ilustrasi mekanik mengecek mobil di bengkel mitsubishiMMKSI Ilustrasi mekanik mengecek mobil di bengkel mitsubishi

General Manager of After Sales Division PT MMKSI Boediarto mengatakan, perbaikan fuell pump saat ini sudah sesuai dengan harapan perusahaan.

“Progress-nya cukup bagus. Sampai dengan tanggal 18 April 2021 sudah 74 persen atau sekitar 97.000 unit yang sudah diperbaiki,” ujar Boediarto dalam konferensi virtual, Rabu (21/4/2021).

MKKSI pun berharap, perbaikan kampanye fuel pump ini bisa selesai di tahun 2021.

“Masih ada sekitar 30 persen yang perlu kita perbaiki, semoga tahun ini 2021 bisa kita tuntaskan. Namun, secara keseluruhan, ini sudah sesuai dengan target kita,” katanya.

Baca juga: IRC Luncurkan Ban RX-02, Cocok untuk Motor Sport

Konsumen juga diimbau segera mengecek status mobilnya untuk mendapatkan penggantian fuel pump jika terlibat. Caranya, bisa langsung mendatangi bengkel resmi Mitsubishi atau melalui aplikasi Mitsubishi.

“Selama libur Lebaran kampanye perbaikan ini akan tetap diberlakukan. Sebab, perbaikan fuel pump ini merupakan kampanye prioriatas kami karena terkait dengan safety dan lain-lain,” kata Boediarto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com