Operator dan Mekanik Terancam Jadi Tersangka pada Kecelakaan Truk

Kompas.com - 21/04/2021, 09:22 WIB
Ilustrasi kecelakaan truk tangki KOMPAS.ComIlustrasi kecelakaan truk tangki

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewasa ini tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan niaga, seperti truk dan bus kerap meningkat. Jumlah ini sejalan beriringan dengan berkembangnya intensitas perjalanan tiap tahun.

Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan dari Kepolisian Republik Indonesia, pertumbuhan ini berlangsung sejak sejak 2011. Dari semula rata-rata 10.000 kasus kecelakaan per tahun menjadi 30.000 kasus per tahun pada akhir 2018.

"Bahkan pada data kecelakaan lalu lintas di 2019, kontribusi dari bus dan truk jadi yang tertinggi nomor dua setelah sepeda motor. Naik dari nomor tiga pada satu tahun sebelumnya," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam webinar, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Harapan Operator Bus, Sanksi Dibuat untuk Hilangkan Pelanggaran

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo meninjau langsung kecelakaan yang terjadi di Jalan Gelora II, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu (27/3/2021) malam.Dok. Polda Metro Jaya Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo meninjau langsung kecelakaan yang terjadi di Jalan Gelora II, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu (27/3/2021) malam.

Oleh sebab itu, dibutuhkan pengawasan dan pembinaan terhadap para pengemudi truk dan bus di samping perawatan pada kendaraan terkait oleh semua pihak.

Pada kesempatan sama, Budi juga menyebut bahwa seluruh pihak yang terbukti lalai dan menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, bisa dipidana sesuai dengan aturan hukum berlaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi tidak hanya dilimpahkan seluruhnya kepada pengemudi (menjadi tersangka). Tapi pihak mekanik sampai operator juga bisa," kata dia.

Pasalnya, Budi menerima laporan sejumlah mekanik yang bekerja tidak sesuai dengan prosedur keselamatan. Mekanik memperbaiki kendaraan dengan menggunakan suku cadang yang tidak laik.

Baca juga: Minim Sopir, Alasan Klasik Angkutan Barang Sering Kecelakaan

Kecelakaan truk tanah yang menimpa sebuah mobil Daihatsu Sigra di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, Kamis (1/8/2019). Dalam peristiwa ini, 4 orang tewas, dan satu orang balita selamat.Instagram Kecelakaan truk tanah yang menimpa sebuah mobil Daihatsu Sigra di Jalan Imam Bonjol, Kota Tangerang, Kamis (1/8/2019). Dalam peristiwa ini, 4 orang tewas, dan satu orang balita selamat.

Hal serupa berlaku bagi operator yang masih bandel untuk melanggar ketentuan laik jalan serta mengabaikan syarat dan ketentuan uji KIR.

"Misalkan rem, pengemudi sudah melakukan laporan dan mengeluh tapi pihak mekanik mengakali komponen tersebut agar tetap jalan. Hal itu membuat kinerja kendaraan tidak maksimal," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.