Remaja Wheelie di Jalan Raya, Motor Tabrak Pengendara Wanita

Kompas.com - 16/04/2021, 04:22 WIB
Masaru Abe sukses pecahkan rekor wheelie sejauh 500 km. motor1.comMasaru Abe sukses pecahkan rekor wheelie sejauh 500 km.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rekaman dua remaja melakukan aksi wheelie (mengangkat roda depan) dengan sepeda motor di jalanan hingga menabrak pengendara motor lain, viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 15 detik dalam unggahan akun Instagram Dashcam Indonesia memperlihatkan dua orang remaja mengangkat roda depan skutik bongsor di jalan raya Kabupaten Siak, Riau, Minggu (11/4/2021).

Berselang beberapa detik, salah satu remaja yang tidak mengenakan helm menabrak sepeda motor lain yang hendak berbalik arah di u-turn.

Baca juga: Skutik Libas Turunan Tajam, Jangan Tutup Gas

Tangkapan layar video viral remaja standing dengan sepeda motor dan menabrak pengendara motor lain di jalanan di Kabupaten Siak, Riau, Rabu (14/4/2021).instagram.com/dashcamindonesia Tangkapan layar video viral remaja standing dengan sepeda motor dan menabrak pengendara motor lain di jalanan di Kabupaten Siak, Riau, Rabu (14/4/2021).

Akibat kejadian tersebut dua wanita yang ditabrak dalam video itu dan pelaku tersungkur di aspal dan mengalami luka-luka.

Terkait hal ini, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, tindakan akrobatik jika dilakukan tidak di dalam suatu acara atau area terbatas, tentu itu ilegal.

Apalagi jika dilakukan di jalan umum yang sedang ramai pengendara motor dan mobil. Sebab, itu membahayakan dirinya dan orang lain.

Baca juga: Lagi, Aksi Wheelie di Jalan Raya Berakhir Cium Aspal

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

“Sesepi apapun jalan raya, itu tetap saja ruang publik. Idealnya untuk melakukan aksi seperti itu di ruang tertutup, entah di lapangan atau area parkir yang mudah dilakukan sterilisasi,” ucap Jusri saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Jusri menambahkan, jika tidak terjadi kecelakaan, tak hanya akan merusak fasilitas umum. Tapi, berpeluang mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Sebenarnya, ini akal sehat saja. Boleh saja melakukan aksi seperti itu, tetapi harus di tempat-tempat tertentu, bukan di tempat umum seperti jalan raya,” kata Jusri.

Baca juga: Ketahuan Melakukan Wheelie di Jalan, Denda Rp 500.000 Menanti

Aturan hukum

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X