Ketahuan Melakukan Wheelie di Jalan, Denda Rp 500.000 Menanti

Kompas.com - 01/03/2021, 08:42 WIB
Stunt rider profesional Reza SS @reza_ssStunt rider profesional Reza SS

JAKARTA, KOMPAS.com – Aksi wheelie yang dilakukan anak-anak muda di jalan raya sudah mulai meresahkan masyarakat. Sering kali mereka tak hanya merugikan diri sendiri tapi juga lingkungan di sekitarnya.

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto, mengatakan, aksi wheelie di jalan raya merupakan pelanggaran lalu lintas dan bisa dikenakan denda.

“Hasil analisa dan evaluasi bahwa setiap kejadian kecelakaan lalu lintas sudah dipastikan diawali dengan pelanggaran lalu lintas. Aksi wheelie tentu berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujar Budiyanto kepada Kompas.com (28/2/2021).

Baca juga: Ini Mobil Honda yang Dapat Diskon Pajak, Harga Diumumkan 1 Maret 2021

Pemotor yang melakukan aksi wheelie di jalan umuminstagram.com/dashcamindonesia Pemotor yang melakukan aksi wheelie di jalan umum

Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya itu juga mengatakan, mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara ugal-ugalan, tidak wajar dan melebihi batas kecepatan maksimal merupakan pelanggaran lalu lintas.

Pengendara bisa dikenakan sanksi pidana dengan kurungan paling lama dua bulan dan denda paling banyak Rp 500.000, sesuai dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Pasal 287 ayat (5).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Reza Syahdri Sihombing alias Reza SS, pegiat freestyle yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan stunt rider Asia dan Eropa, mengatakan, anak muda yang sering melakukan aksi wheelie di jalanan terpengaruh tontonan dari sinetron, film, medsos, hingga motovlogger.

Baca juga: Siap-siap, Honda City Hatchback Meluncur Pekan Depan

Masaru Abe sukses pecahkan rekor wheelie sejauh 500 km.motor1.com Masaru Abe sukses pecahkan rekor wheelie sejauh 500 km.

“Zaman dulu olahraga ini belum populer, tapi mulai ramai sejak internet mudah digunakan. Ketika orang bisa bebas akses, kemudian mudah tersebar, maka orang juga mudah meniru,” ucap Reza, kepada Kompas.com (28/2/2021).

Menurutnya, jika hanya dilakukan sebagai ajang pamer dan diunggah ke media sosial, sebaiknya hal itu tidak dilakukan

“Ini pentingnya harus ada bimbingan orang tua, organisasi juga seperti IMI, bahkah kepolisian harus kasih atensi. Mereka sebetulnya butuh tempat,” kata Reza.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.