Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER OTOMOTIF] Peluang Insentif Pajak bagi Innova dan Fortuner | Mobil Sudah Lunas Mau Ditarik Debt Collector

Kompas.com - 17/03/2021, 06:02 WIB
Dio Dananjaya,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, mempertimbangkan untuk memberikan insentif Pajak atas Pembelian Mobil Mewah (PPnBM) bagi mobil berkubikasi 2.500 cc.

Namun demikian, nantinya kebijakan diskon pajak tersebut tetap berlaku dengan ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKD) minimal 70 persen. Sama dengan yang sudah berjalan untuk mobil 1.500 cc ke bawah.

Selain itu, dewasa ini marak perusahaan pembiayaan (leasing) yang melakukan penarikan atau penyitaan kendaraan bermotor secara sepihak di jalan dengan alasan cicilan menunggak.

Apalagi, di tengah dampak pandemi virus corona alias Covid-19 tidak sedikit pihak yang terdampak ekonominya.

Sehingga, membuat sebagian kesulitan dalam menuntaskan kewajiban kredit terkait seperti video viral di media sosial unggahan @smart.gram.

Penasaran seperti apa, berikut 5 artikel terpopuler di kanal otomotif pada Selasa 16 Maret 2021:

1. Sri Mulyani Buka Peluang Insentif Pajak bagi Innova dan Fortuner

Ada kemungkinan insentif yang tengah bergulir saat ini bisa juga dinikmati Toyota Kijang Innova dan Fortuner yang juga diproduksi lokal Indonesia, sekaligus jadi basis eskpor.

Seperti diketahui, saat ini penerapan PPnBM nol persen sudah berjalan sejak 1 Maret 2021 bagi mobil berkapasitas di bawah 1.500 cc dengan TKDN 70 persen.

Sejauh ini dikabarkan penerimaan atas relaksasi tersebut berjalan positif. Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengkajian dengan tetap bersandar pada patokan TKDN 70 persen.

Baca juga: Sri Mulyani Buka Peluang Insentif Pajak bagi Innova dan Fortuner

2. Rocky Jadi Mobil CVT Pertama Daihatsu di Indonesia

Pada keterangan resmi, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan bila transmisi CVT memiliki perbedaan yang cukup mendasar dengan transmisi otomatis konvesional, yakni soal mekanisme kerjanya.

Jika transmisi otomatis 4 AT sistem perpindahan gigi menggunakan planetary gear set, maka pada CVT menggunakan puli atau driven pulley dan sabuk baja sebagai komponen utama penggeraknya.

Transmisi CVT memiliki kemampuan melakukan perubahan rasio gigi menyesuaikan putaran mesin. Karena itu, CVT diklaim bisa memberikan sensasi berkendara yang lebih halus saat perpindahan kecepatan.

Baca juga: Rocky Jadi Mobil CVT Pertama Daihatsu di Indonesia

3. Mobil Sudah Lunas Mau Ditarik Debt Collector, Bolehkah Ambil Paksa Kendaraan di Jalan?

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau