Belajar dari Kecelakaan Sumedang, Pengemudi Bus Jangan Ambil Risiko

Kompas.com - 12/03/2021, 09:22 WIB
Kecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa Barat KEMENTERIAN PERHUBUNGANKecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa Barat

JAKARTA, KOMPAS.com – Bus pariwisata mengalami kecelakaan masuk jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021).

Insiden ini menelan mengakibatkan 27 orang meninggal dunia di lokasi dan 39 orang dalam kondisi selamat.

Untuk diketahui, lokasi Tanjakan Cae memang terkenal dengan jalurnya yang sempit dengan kondisi naik-turun. Risikonya terbilang tinggi, mengingat cuaca hujan juga masih sering terjadi belakangan ini.

Baca juga: Nissan dan Mitsubishi Siap Lahirkan Mobil Listrik Murah Rp 200 Jutaan

Bus peziarah asal Subang terbalik 180 derajat di Jalan Raya Sumedang-Malangbong, tepatnya di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021) malam. KOMPAS.com/AAM AMINULLAH Bus peziarah asal Subang terbalik 180 derajat di Jalan Raya Sumedang-Malangbong, tepatnya di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021) malam.

Berkaca dari kejadian tersebut, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, penting bagi sopir bus maupun kendaraan lainnya untuk mengecek ulang rute perjalanan yang bakal dilalui.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ketika melalui jalan yang bergelombang atau naik turun pegunungan, maka bikin strategi mengemudi yang optimal,” ujar Sony, kepada Kompas.com (11/3/2021).

“Hindari mengandalkan rem terutama di turunan, manfaatkan engine brake atau exhaust brake dan jaga jarak aman. Gunakan rem kaki hanya sesekali ketika meluncur,” kata dia.

Baca juga: Ini Spesifikasi Bus Pariwisata yang Terperosok ke Jurang di Sumedang

sopir busKompas.com/Fathan Radityasani sopir bus

Sony juga mengatakan, kendaraan niaga punya karakteristik masing-masing. Misalnya tidak semua bus bisa dioperasikan dengan cara yang sama. Pasalnya tiap unit kendaraan memiliki kelengkapan yang berbeda-beda.

“Di sini peran pengemudi dalam menggabungkan dirinya dengan kondisi kendaraan sangat penting,” ucap Sony.

Menurutnya, penting bagi pengemudi untuk melakukan safety induction. Pastinya semua mengikuti aturan dan para penumpang menggunakan safety belt.

Baca juga: Truk Tabrak Daihatsu Ceria, Ingat Bahaya saat Keluar dari Rest Area

Bus Pariwisata PO RedWhite Star PrimajasaRully Novianto Bus Pariwisata PO RedWhite Star Primajasa

“Hindari juga suasanya riuh di dalam kabin, karena suasanya nyaman, gembira, dan lain-lain bisa terbawa kepada kurangnya daya pengemudi dalam mengantisipasi kondisi darurat,” ujar Sony.

Sensitif lah terhadap hal yang ganjil, jangan mengambil risiko. Karena manusia punya keterbatasan kemampuan, jadi hanya akan sehat yang bisa meminimalisir risiko tersebut,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.